MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka mengumumkan rencananya untuk memisahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menjadi dua instansi terpisah. Langkah ini diambil untuk meningkatkan fokus dan efektivitas kerja masing-masing sektor, baik pendidikan maupun kebudayaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur dalam acara silaturahmi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pimpinan perguruan tinggi, serta insan pers. Acara berlangsung di Aula Merah Putih, Rumah Jabatan Gubernur Sultra, pada Kamis (4/9/2025).
“Selama ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memiliki beban kerja yang cukup besar. Mau tidak mau, kita harus memisahkan keduanya agar bisa lebih fokus sesuai bidang masing-masing,” ujar Andi Sumangerukka saat diwawancarai awak media.
Ia menjelaskan, Dinas Kebudayaan nantinya akan berfokus pada pelestarian, pengembangan, dan pengakomodasian budaya-budaya yang ada di Sulawesi Tenggara. Sementara itu, Dinas Pendidikan akan lebih terarah dalam peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di daerah.
“Yang urus budaya, fokus ke pelestarian budaya lokal. Yang pendidikan, fokus ke hal-hal teknis pendidikan, termasuk peningkatan kualitas SDM,” jelasnya.
Gubernur juga menambahkan bahwa secara administrasi, proses pemisahan dinas sudah siap dilakukan. Nomenklatur kedua instansi telah disiapkan dan kini tinggal menunggu pengesahan melalui peraturan daerah (Perda).
Langkah ini mendapat perhatian dari berbagai kalangan yang hadir, mengingat pentingnya penguatan masing-masing sektor untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. (sal)












