MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Gelaran Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kota Kendari mencatat hasil transaksi mengesankan. Hingga pukul 13.30 WITA, nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp834,5 miliar, menandai tingginya antusiasme serta potensi besar kerja sama ekonomi kedua provinsi.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memaparkan bahwa capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya hubungan perdagangan antara Jatim dan Sultra yang saling menguntungkan.
“Hingga pukul 13.30, nilai transaksinya mencapai 834,5 miliar. Jatim menjual 654,2 miliar dan Jatim membeli 180,26 miliar,” ungkap Khofifah, Rabu (19/11/2025).
Transaksi itu mencakup sepuluh komoditas yang ditawarkan Jawa Timur dan tujuh komoditas yang dibeli dari Sulawesi Tenggara. Capaian ini disebut sebagai salah satu hasil terbaik sepanjang pelaksanaan misi dagang lintas daerah.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR), turut mengapresiasi keberhasilan tersebut. Ia menegaskan bahwa misi dagang di Kendari merupakan putaran ke-47 dari program Misi Dagang Jawa Timur, yang selama ini aktif menghubungkan konektivitas ekonomi antarwilayah.
“Hari ini kita melaksanakan misi perdagangan yang merupakan putaran ke-47. Ke depan kita tidak bisa bekerja sendiri-bukan lagi soal kompetisi, tetapi kolaborasi,” ucap ASR.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara Sultra dan Jatim telah dipertegas melalui kolaborasi konkret, salah satunya melalui bergabungnya Bank Sultra dan Bank Jatim dalam skema Kelompok Usaha Bank (KUB). “Sebelum industri kreatif, kita sudah menggabungkan dua bank agar kolaborasinya semakin kuat,” tambahnya.
Meskipun penutupan formal transaksi dijadwalkan pada pukul 17.00 WITA, Khofifah menegaskan bahwa proses bisnis para pelaku usaha tidak dibatasi waktu. Banyak peserta yang disebutkan tetap berada di Kendari untuk melanjutkan penjajakan kerja sama selama beberapa hari.
“Transaksi tidak terbatas waktu. Closing date tetap pukul 17.00 sebagai penanda formal, tetapi proses tindak lanjut akan terus berjalan,” jelas Khofifah.
Sebagai wujud komitmen memperkuat hubungan dagang, ASR memastikan bahwa Sulawesi Tenggara akan melakukan kunjungan balasan ke Jawa Timur. Langkah ini ditujukan untuk memperdalam kerja sama, memperkuat tindak lanjut, serta membuka peluang investasi lanjutan.
Dengan capaian transaksi yang tinggi dan semangat kolaborasi yang kuat dari kedua pimpinan daerah, Misi Dagang Jatim-Sultra di Kendari dinilai menjadi momentum penting dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi regional. (**)












