MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Komitmen Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), dalam mempercepat pembangunan infrastruktur kembali menunjukkan hasil nyata. Melalui Program Jalan Mulus Antarwilayah (JAMAAH), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra berhasil menuntaskan pembangunan 13 ruas jalan provinsi dengan total panjang hampir 40 kilometer selama tahun anggaran 2025.
Selain pembangunan jalan, Pemprov Sultra juga menuntaskan sejumlah pekerjaan jaringan irigasi yang berlokasi di Roraya, Tamboli, dan Wonco. Infrastruktur tersebut dibangun sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan dan peningkatan produktivitas pertanian di daerah.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul, mengatakan seluruh ruas jalan yang ditargetkan pada 2025 telah selesai secara konstruksi.
“Alhamdulillah, dari sisi jalan, ada sekitar 13 ruas yang seluruhnya sudah selesai secara konstruksi. Target panjang jalan sekitar 40 kilometer tahun ini sudah tercapai,” ujar Pahri, saat diwawancarai, Rabu (24/12/2025).

Ia menjelaskan, sejumlah ruas jalan yang dikerjakan telah dilakukan Provisional Hand Over (PHO), sementara satu ruas di Kolaka Timur masih dalam tahap uji coba sebelum diserahterimakan secara resmi.
“Sementara dites dulu. Kalau tidak ada masalah, akan segera dilakukan PHO,” jelasnya.
Dari sisi irigasi, Pahri memastikan seluruh pekerjaan jaringan irigasi tahun 2025 telah rampung dan berfungsi dengan baik. Jaringan irigasi di Roraya, Tamboli, dan Wonco diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat pada musim tanam berjalan.
“Kami juga sudah menyiapkan tenaga penjaga pintu air agar pembagian air bisa berjalan optimal sesuai kebutuhan petani,” tambahnya.
Tak hanya itu, pekerjaan di sektor sumber daya air dan bidang kebinamargaan, termasuk penanganan kawasan pantai, telah diselesaikan 100 persen sepanjang 2025.
Memasuki tahun anggaran 2026, Pemprov Sultra memastikan Program JAMAAH tetap menjadi prioritas utama sesuai arahan Gubernur Andi Sumangerukka. Sejumlah ruas jalan telah diprogramkan untuk dikerjakan, di antaranya ruas Lora–Bambaea di Bombana, sejumlah ruas di Buton Utara, ruas Motaha–Alangga dan Ambesea di Konawe Selatan, hingga jalan kawasan perumahan nelayan di Toronipa.
“Termasuk ruas simpang Bandara Haluoleo yang insya Allah kita selesaikan tahun 2026,” kata Pahri.
Secara keseluruhan, target pembangunan jalan provinsi pada 2026 diperkirakan mencapai 30 hingga 35 kilometer, menyesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
“Mudah-mudahan Januari sudah bisa mulai dilaksanakan. Teman-teman teknis sudah berada di lapangan, agar seluruh ruas yang direncanakan bisa segera dikerjakan,” pungkasnya. (sal)












