MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – BPJS Kesehatan Cabang Kendari mencatat penyakit kronis seperti diabetes melitus (DM) dan hipertensi menjadi kasus yang paling banyak dilayani di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Selain dua penyakit kronis tersebut, layanan persalinan juga mendominasi klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kendari, Hernawan Priyastomo, mengatakan tren penyakit kronis memang mendominasi pemanfaatan layanan kesehatan oleh peserta JKN di wilayah kerjanya.
“Untuk wilayah Kota Kendari dan sekitarnya, kasus yang paling banyak kami layani adalah penyakit kronis seperti diabetes melitus dan hipertensi. Kasus persalinan juga cukup tinggi. Data lengkapnya nanti akan kami sampaikan, termasuk 10 besar penyakit terbanyak yang dilayani melalui BPJS Kesehatan,” ujar Hernawan kepada media, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, tingginya angka penyakit kronis membuat peserta JKN rutin memanfaatkan layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk kontrol dan pengobatan berkala.
Untuk mendukung pelayanan tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Kendari terus memperluas kemitraan dengan fasilitas kesehatan. Saat ini, BPJS Kendari telah bekerja sama dengan lebih dari 40 FKTP yang terdiri atas puskesmas, klinik pratama, dokter praktik mandiri, hingga dokter gigi tingkat pertama.
“Kami masih membuka peluang bagi fasilitas kesehatan yang ingin mengajukan kerja sama. Jika ada daerah yang akses FKTP-nya masih terbatas atau jumlah pesertanya cukup banyak, tentu akan kami dorong pembukaan layanan di sana,” tambahnya.
Selain FKTP, BPJS Kesehatan juga bekerja sama dengan 19 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan, yang terdiri dari 16 rumah sakit dan tiga klinik utama. Rumah sakit tersebut meliputi rumah sakit pemerintah provinsi, rumah sakit jantung, dua rumah sakit milik pemerintah kota, serta sembilan rumah sakit swasta dan TNI/Polri.
“Kerja sama kami dengan rumah sakit sejauh ini sangat baik. Kami memiliki komitmen yang sama untuk terus memperbaiki tata kelola, baik dari sisi klaim maupun pelayanan kepada peserta,” jelas Hernawan.
Dari sisi kepesertaan, tingkat keaktifan peserta JKN di wilayah kerja Kantor Cabang Kendari hingga 1 Februari 2026 tercatat mencapai 83,27 persen dari total 1.825.042 jiwa peserta terdaftar. Angka tersebut menunjukkan mayoritas masyarakat telah aktif dalam program JKN.
Sebagai informasi, besaran iuran BPJS Kesehatan yakni Rp150 ribu per orang per bulan untuk Kelas 1, Rp100 ribu per orang per bulan untuk Kelas 2, dan Rp35 ribu per orang per bulan untuk Kelas 3. (red)












