MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) secara resmi meluncurkan tema dan logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 dalam Rapat Koordinasi Harmoni Sultra yang digelar di Ruang Pola Kantor Gubernur, Selasa (31 Maret 2026). Momentum ini menjadi penanda dimulainya rangkaian perayaan yang tidak sekadar seremonial, tetapi dirancang sebagai gerakan kolektif untuk mendorong produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Mengusung tema “Produktif untuk Sultra Sejahtera”, peringatan HUT ke-62 Sultra tahun ini diarahkan untuk memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah. Tema tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam memastikan setiap kegiatan memiliki nilai tambah, baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, dalam arahannya menegaskan bahwa keberhasilan sebuah perayaan daerah tidak lagi diukur dari kemegahan seremoni semata. Ia menekankan tiga indikator utama, yakni jumlah pengunjung, dampak yang dihasilkan, serta aspek kebersihan sebelum, selama, dan setelah kegiatan.
“Artinya kegiatan ini harus benar-benar produktif dan memberi manfaat. Selain itu, kebersihan harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Filosofi Logo: Harmoni dalam Keberagaman
Sebagai identitas utama, Pemprov Sultra juga memperkenalkan logo resmi HUT ke-62 dengan konsep “Harmoni Sultra”. Logo ini dirancang dengan pendekatan ecological sustainability yang mengedepankan keseimbangan antara manusia, budaya, dan alam.
Berbagai elemen visual yang ditampilkan bukan sekadar ornamen, melainkan sarat filosofi. Ombak merepresentasikan dinamika wilayah kepulauan, motif tenun menggambarkan kekayaan budaya, sementara anoa sebagai fauna endemik menjadi simbol pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati. Elemen padi, daun, laut, dan terumbu karang turut memperkuat pesan tentang keseimbangan ekosistem serta rasa syukur masyarakat Sulawesi Tenggara.
Warna-warna yang digunakan—biru, hijau, dan oranye—memiliki makna mendalam. Biru melambangkan laut sebagai sumber kehidupan, hijau mencerminkan kesuburan alam, dan oranye menggambarkan semangat serta optimisme masyarakat dalam membangun daerah.
Logo dan tema ini akan menjadi wajah utama seluruh rangkaian kegiatan Harmoni Sultra 2026 yang dipusatkan di kawasan Tugu Persatuan (MTQ) Kendari serta sejumlah lokasi strategis lainnya.
Pariwisata Jadi Motor Penggerak
Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara, Ridwan Badallah, menegaskan bahwa peringatan HUT ke-62 Sultra menjadi momentum strategis untuk mengakselerasi promosi pariwisata daerah.
Menurutnya, Harmoni Sultra bukan sekadar agenda hiburan, tetapi juga platform promosi terpadu yang memperkenalkan potensi wisata unggulan Sultra ke tingkat nasional dan internasional.
“Melalui momentum ini, kami ingin memperkuat citra Sultra sebagai destinasi wisata yang kaya akan budaya, alam, dan kearifan lokal,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (6/4/2026).
Berbagai kegiatan telah disiapkan secara matang, mulai dari festival budaya, pameran ekonomi kreatif, hingga pertunjukan seni yang melibatkan pelaku pariwisata lokal. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan industri kreatif.
Ridwan juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan pariwisata. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata Sultra.
Rangkaian Kegiatan Meriah dan Inklusif
Sebagai Ketua Panitia, Ridwan Badallah mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan Harmoni Sultra akan berlangsung mulai 17 hingga 28 April 2026.
Rangkaian kegiatan diawali dengan turnamen tenis pada 17–23 April 2026, dilanjutkan dengan kegiatan sunatan massal pada 22 April. Selanjutnya, pameran pembangunan dan ekonomi kreatif akan digelar pada 24–27 April, bersamaan dengan berbagai kegiatan utama lainnya.
Festival Bokori akan berlangsung pada 25–28 April 2026 sebagai salah satu agenda unggulan yang dipusatkan di kawasan wisata Pulau Bokori. Sementara itu, program edukasi ekonomi “Rupiah Berdaulat” dijadwalkan pada 28 April 2026 sebagai penutup rangkaian kegiatan.
“Persiapan kita sudah maksimal. Semua kegiatan siap dilaksanakan,” ujarnya optimistis.
Harmoni Sultra dirancang sebagai perayaan yang inklusif dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Selain kegiatan utama, panitia juga menghadirkan berbagai permainan tradisional seperti kasti dan permainan rakyat lainnya sebagai upaya melestarikan budaya lokal sekaligus mempererat kebersamaan.
Salah satu daya tarik utama adalah Festival Bokori yang dipusatkan di kawasan wisata Pulau Bokori. Festival ini diharapkan menjadi magnet utama yang menarik kunjungan wisatawan sekaligus mempromosikan destinasi unggulan Sultra.
Kolaborasi Strategis dan Edukasi Ekonomi
Perayaan HUT ke-62 Sultra juga melibatkan berbagai instansi strategis, termasuk TNI, Bank Indonesia, Bank Sultra, serta sejumlah perbankan lainnya. Kolaborasi ini diwujudkan dalam berbagai program edukasi dan dukungan terhadap kegiatan masyarakat.
Salah satu program unggulan adalah edukasi ekonomi melalui gerakan “Rupiah Berdaulat”, yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya penggunaan mata uang rupiah dalam transaksi.
Tak hanya itu, inovasi juga dihadirkan melalui gerakan moral bersepeda hemat bahan bakar yang diinisiasi langsung oleh Gubernur Sultra. Gerakan ini dilaksanakan setiap hari Kamis sebagai ajakan untuk lebih bijak dalam penggunaan energi.
“Ini bukan kewajiban, tetapi gerakan moral. Kami ingin membangun kesadaran bersama,” jelas Ridwan.
Pameran dan Atraksi Spektakuler

Di sektor pameran, panitia menyiapkan sedikitnya 60 stan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi vertikal, serta 17 stan Dekranasda dari kabupaten/kota. Selain itu, sekitar 70 stan dari sektor swasta turut meramaikan area pameran di kawasan MTQ Kendari.
Media Center juga disiapkan untuk mendukung publikasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
Puncak perayaan HUT ke-62 Sultra akan digelar pada 27 April 2026, ditandai dengan upacara resmi dan penutupan yang meriah pada malam harinya. Atraksi udara dari Mabes TNI akan menjadi salah satu highlight, termasuk flypass pesawat tempur Sukhoi serta aksi penerjunan pasukan yang membawa bendera 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.
Efisiensi dan Dampak Nyata
Ridwan menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan prinsip efisiensi anggaran melalui kolaborasi berbagai pihak. Dukungan yang diberikan tidak dalam bentuk uang tunai, melainkan fasilitas, perlengkapan, hingga doorprize untuk masyarakat.
Hal ini sejalan dengan semangat produktivitas yang diusung dalam tema besar HUT ke-62 Sultra, yakni memastikan setiap kegiatan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat Harmoni Sultra, perayaan tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga momentum kebangkitan ekonomi, penguatan identitas budaya, serta komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Sulawesi Tenggara pun optimistis melangkah ke depan sebagai daerah yang produktif, harmonis, dan sejahtera. (**)












