MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari terus memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap anak melalui edukasi di lingkungan sekolah. Pada 15 Juli 2026, DP3A Kota Kendari menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan, anti-bullying, serta pembatasan penggunaan media sosial bagi anak dengan melibatkan berbagai organisasi masyarakat pemerhati perempuan dan anak.
Kepala DP3A Kota Kendari, Hj. Fitriani Sinapoy, A.Pi., M.P., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai bahaya kekerasan, perundungan (bullying), serta pentingnya penggunaan media sosial secara bijak,” ujar Fitriani, Jumat (17/7/2026).
Sosialisasi dilaksanakan di lima sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Kendari, yakni SMP Negeri 9 Kendari, SMP Negeri 12 Kendari, SMP Negeri 13 Kendari, SMP Negeri 17 Kendari, dan SMP Negeri 23 Kendari.
Sebanyak 3.500 siswa dari lima sekolah tersebut mengikuti kegiatan yang menghadirkan fasilitator dari berbagai organisasi masyarakat yang memiliki perhatian terhadap isu perempuan dan anak.
Adapun organisasi yang berkolaborasi dalam kegiatan ini meliputi Rumpun Perempuan Sultra, Yayasan Lambu Ina, Koalisi Perempuan Indonesia, Jaringan Perempuan Pesisir Sultra, FORHATI, Muslimah Wahdah, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Aliansi Perempuan, Solidaritas Perempuan Indonesia, serta DPD Wanita Katolik Sulawesi Tenggara.
Selain memberikan sosialisasi mengenai pembatasan penggunaan media sosial bagi anak, para fasilitator juga mengedukasi peserta didik tentang dampak negatif bullying, cara mencegahnya, serta pentingnya membangun budaya saling menghormati di lingkungan sekolah.
Fitriani menegaskan bahwa upaya pencegahan kekerasan dan perundungan tidak cukup dilakukan hanya sekali, melainkan harus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Langkah ini perlu dilakukan secara kontinu dan berulang agar kesadaran anak terus terbangun. Harapannya, tidak ada lagi anak sekolah, baik di jenjang SD maupun SMP, yang menjadi korban maupun pelaku bullying,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, DP3A Kota Kendari berharap tercipta lingkungan pendidikan yang lebih aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, dan organisasi masyarakat dalam mewujudkan Kota Kendari sebagai Kota Layak Anak. (red)












