MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang juga Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra, Muhammad Fadlansyah, menegaskan dirinya tetap membagi waktu dalam menjalankan dua tugas pemerintahan yang diembannya.
Fadlansyah mengatakan, pembagian waktu dilakukan karena tugas sebagai Pj Sekda maupun Kepala Dishub sama-sama membutuhkan perhatian, koordinasi, dan pengawasan.
Ia mengaku biasanya membagi waktu antara menjalankan tugas di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Sultra dan melanjutkan aktivitas kedinasan di Kantor Dishub Sultra.
“Saya bagi dua, karena tugas-tugas saya sebagai Pj Sekda juga banyak sekali. Saya setengah hari biasanya di Sekda, sore setengah hari (di Dishub),” ujar Muhammad Fadlansyah kepada Mediatamasultra.com, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, meski tidak dapat setiap saat berada di Kantor Dishub Sultra, pelayanan dan aktivitas kedinasan di instansi tersebut tetap berjalan normal.
“Semua pelayanan berjalan normal, tidak ada yang masalah. Kalau saya mau hadir terus di perhubungan kan tidak mungkin. Tugas-tugas saya sebagai Pj Sekda juga besar,” jelasnya.
Di sisi lain, Fadlansyah mengatakan dirinya yang baru sekitar lima bulan menjabat sebagai Kepala Dishub Sultra juga tengah melakukan pembenahan di sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT), khususnya yang berkaitan dengan pelayanan pelabuhan.
Pembenahan tersebut mencakup peningkatan standar pelayanan hingga kebersihan di kawasan pelabuhan.
“Memang sekarang lagi kita benahi semua UPT-UPT pelabuhan, termasuk kebersihannya. Kalau ada kekurangan-kekurangan di sana-sini, kita akui. Tapi kita sekarang proses membenahi semua standar-standar pelayanan di pelabuhan,” katanya.
Ia menegaskan, pembenahan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat pengguna jasa transportasi penyeberangan.
Fadlansyah juga mengungkapkan, tahun ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra mulai membangun tiga pelabuhan penyeberangan modern, yakni di Torobulu, Amolengo, dan Baubau.
“Tahun ini kita bangun tiga pelabuhan modern di Torobulu, Amolengo, dan Baubau. Tahun depan kita bangun sisi lautnya,” ungkapnya.
Ia menargetkan, secara bertahap seluruh pelabuhan penyeberangan di Sultra dapat direhabilitasi dan ditingkatkan menjadi terminal modern.
Menurut Fadlansyah, pembangunan terminal modern di 13 pelabuhan penyeberangan merupakan salah satu program strategis Gubernur Sultra di bidang perhubungan.
“Program strategis Pak Gubernur di bidang perhubungan itu terminal modern di 13 pelabuhan penyeberangan. Target kami tuntas semua pelabuhan penyeberangan. Kita rehab total. Tahun ini kita mulai tiga,” pungkasnya. (sal)












