Beranda

Gelar Temu Teknis, Distanak Sultra Dorong Peningkatan Kapasitas POPT

×

Gelar Temu Teknis, Distanak Sultra Dorong Peningkatan Kapasitas POPT

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan,La Ode Muhammad Rusdin Jaya menyerahan secara simbolis reward bagi POPT kategori pelaporan terbaik di Sultra.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan,La Ode Muhammad Rusdin Jaya menyerahan secara simbolis reward bagi POPT kategori pelaporan terbaik di Sultra.

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendorong peningkatan kapasitas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Bahkan dalam pengembangan itu, Distanak Sultra gelar acara temu teknis dan peningkatan kapasitas POPT untuk tahun anggaran 2024.

Kegiatan ini mengusung tema Peningkatan Kemampuan Sumber Daya Manusia Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dibuka langsung oleh Kepala Distanak Sultra, La Ode Muhammad Rusdin Jaya, bertmpat di Fortune Kendari, Senin (29/7).

Kepala Distanak Sultra, La Ode Muhammad Rusdin Jaya menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta yang hadir dan berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan POPT dalam mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dan menangani dampak perubahan iklim (DPI).

Rusdin juga menekankan bahwa perlindungan tanaman pangan merupakan upaya penting dalam melindungi tanaman dari serangan OPT dan dampak anomali iklim.

“Jadi kerugian yang diderita oleh petani, masyarakat, dan negara akibat serangan OPT dan dampak anomali iklim sangat besar, mencapai nilai triliunan rupiah setiap tahun. Hal ini tentu dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara secara keseluruhan,” kata Rusdin.

Dijelaskan, bahwa keberhasilan program revitalisasi pertanian yang telah dicanangkan oleh pemerintah sangat bergantung pada efektivitas kegiatan perlindungan tanaman pangan. Upaya ini mencakup pencegahan masuknya OPT ke lahan pertanian serta pengendalian OPT yang sudah ada, dengan tujuan utama melindungi tanaman dari gangguan, kerusakan, kematian, serta menurunkan kerugian yang mungkin timbul.

Dalam konteks ini, peran Distanak Sultra melalui UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan (BPTP) sangatlah penting. Lembaga ini berfungsi sebagai “tongkat” yang akan melindungi tanaman dari OPT dan DPI.

“Saya juga menekankan pentingnya penyesuaian dengan perubahan iklim yang sangat berdampak terhadap produksi pertanian. Mengingat perubahan iklim dapat menyebabkan pergeseran waktu tanam, yang disebabkan oleh kondisi lahan pertanian yang tergenang air atau kekeringan,” jelasnya.

Dia memaparkam, saat ini UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan (BPTP) telah menetapkan lima program utama dalam rencana strategis untuk tahun 2024, yaitu, penguatan penerapan teknologi pengendalian OPT dan penanganan DPI, penguatan pengamatan OPT/DPI, penguatan sumber daya manusia, penguatan sarana pengendalian OPT dan penanganan DPI, dan penguatan daya dan kelembagaan perlindungan tanaman pangan.

Ia berharap agar kegiatan temu teknis dan peningkatan kapasitas POPT tahun anggaran 2024 dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan POPT dalam penerapan pengendalian hama terpadu (PHT) dan penanganan dampak perubahan iklim di wilayah kerjanya.

Rusdin menambahkan, kegiatan tersebut dapat menumbuhkan prakarsa, motivasi, dan kemampuan POPT dalam berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk mengelola agroekosistem sesuai dengan prinsip PHT dan penanganan DPI, serta menyamakan pemahaman untuk mengamankan produksi tanaman pangan dari serangan OPT dan bencana alam.

“Kita berharap melalui kegiatan ini para POPT dapat menguprade ilmunya. Peningkatan kemampuan SDM POPT harus menjadi prioritas dalam kegiatan perlindungan tanaman pangan. Selain itu dukungan aparat yang ada patut dikembangkan dan diarahkan untuk meningkatkan koordinasi, pengetahuan, dan pemahaman POPT melalui penyelenggaraan temu teknis dan peningkatan kapasitas,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan Distanak Sultra, Eva Yanti Ariyani Nurdin mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan oeningkatan kapasitas POPT yang diikuti sebanyak 60 POPT yang tersebar di 13 Kabupaten/kota Sultra. Mengingat empat kabupaten lainya petugas POPT nya telah pensiun, kabupaten tersebut yakni Kabupaten Wakatobi, Buton Utara, Buton Tengah dan Konawe Kepulauan.

“POPT kita memiliki tugas mengamati,mengenali dan mengendalikan hama yang ada di lapangan. Tentu POPT harusnya ada diseluruh wilayah Sultra. Namun karena ada yang pensiun dan meninggal dunia sehingga empat kabupaten masih kosong petugas POPT nya,” ujarnya.

“Kami memang masih kekurangan petugas POPT. Tapi kami berharap melalui giat ini, POPT yang ada dapat bersinergi untuk tetap memberi solusi terbaik untuk empat kabupaten yang masih kosong POPT nya,” tambahnya.

Kepada para POPT laksanakan kerja dengan baik dilapangan,laporkan setiap tugasnya.

“Sebab kami tidak dapat mengetahui data dan informasi dilapangan bila mereka tidak melaporkan,” tandasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!