MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Kabar membanggakan datang dari Universitas Halu Oleo (UHO). Nur Grace, mahasiswi Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UHO, terpilih sebagai salah satu dari delapan delegasi yang mewakili Indonesia dalam program prestisius Study of the U.S. Institutes (SUSI) for Global Student Leaders tahun 2025.
Grace berhasil lolos dalam proses seleksi yang sangat kompetitif yang diselenggarakan oleh Kedutaan dan Konsulat Amerika Serikat di Surabaya. Ia akan mengikuti kegiatan akademik dan kepemimpinan internasional bertema “Global Dialogue on Religious Freedom and Pluralism” yang diselenggarakan di Temple University, Philadelphia, Amerika Serikat, selama lebih dari satu bulan.
Program SUSI merupakan program akademik intensif selama lima minggu yang dirancang untuk mahasiswa sarjana internasional berusia 18–25 tahun. Program ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman peserta tentang budaya dan nilai-nilai Amerika Serikat, sekaligus mengembangkan kapasitas kepemimpinan generasi muda di tingkat global.
Kegiatan dalam program ini meliputi residensi akademik selama empat minggu yang mencakup kelas interaktif, kuliah, diskusi, bacaan, lokakarya, dan kunjungan lapangan. Selain itu, peserta akan mengikuti tur studi selama satu minggu ke Arizona dan Washington, D.C. Kegiatan lainnya termasuk pengembangan keterampilan kepemimpinan, pengabdian masyarakat, dan interaksi langsung dengan mahasiswa Amerika.
“Saya merasa sangat bersyukur dan bangga bisa membawa suara pemuda Indonesia ke forum internasional. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa Indonesia sebagai negara multikultural memiliki nilai-nilai toleransi yang bisa dibagikan ke dunia,” ungkap Nur Grace dengan penuh semangat.
Keikutsertaan Grace dalam program SUSI tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi civitas akademika Universitas Halu Oleo. Pihak kampus menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas keterlibatannya dalam forum internasional tersebut.
Partisipasi Grace diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk aktif terlibat dalam isu-isu global dan memperluas wawasan melalui pengalaman lintas budaya. Selain itu, kehadiran pemuda Indonesia dalam forum semacam ini turut memperkuat peran generasi muda dalam membangun dunia yang lebih inklusif, damai, dan toleran.
Program SUSI sendiri telah menjadi ajang bergengsi yang secara rutin melibatkan mahasiswa-mahasiswa terpilih dari berbagai belahan dunia dalam dialog lintas budaya yang konstruktif dan inspiratif.
Dengan semangat yang dibawanya, Nur Grace membawa harapan besar bagi generasi muda Indonesia untuk terus berkontribusi dalam panggung internasional melalui pendidikan dan diplomasi budaya. (DN)












