BMKG Keluarkan Peringatan Waspada Gelombang 4 Meter hingga 11 Juli

Berpotensi Terjadi di Perairan Menui Kendari, Wakatobi dan Laut Banda Timur Sultra

ilustrasi.
ilustrasi.

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini waspada gelombang setinggi 4 meter (m) yang bisa terjadi di Perairan Menui Kendari, Wakatobi dan Laut Banda Timur Sulawesi Tenggara (Sultra). Peringatan ini berlaku hingga 11 Juli 2023.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari Faizal Habibie mengatakan, pola angin umumnya dari timur laut sampai tenggara dengan kecepatan 2-20 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Menui Kendari bagian Timur, Perairan Selatan Wakatobi bagian Timur dan Laut Banda Timur Sultra dengan kecepatan 25 knot.

“Kemudian tinggi gelombang 2,5 meter sampai 4 meter berpeluang terjadi di Perairan Banggai bagian Selatan , Perairan Teluk Tolo bagian Barat, Perairan Menui Kendari bagian Timur , Perairan Utara Wakatobi, Perairan Selatan Wakatobi bagian Timur dan Laut Banda Timur Sultra bagian Utara, Timur, Barat dan Selatan,” kata Faizal, Sabtu (8/7).

“Kemudian tinggi gelombang 1,25 meter sampai 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Banggai bagian Utara, Perairan Teluk Tolo bagian Barat, Perairan Menui Kendari bagian Barat , Perairan Baubau bagian Utara dan Selatan serta Perairan Selatan Wakatobi bagian Barat,” tambahnya.

Faizal berharap, memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, yakni perahu nelayan waspada dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m.

Kemudian, kapal tongkang awas dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m. Kapal feri awas kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m.

Sementara, kapal ukuran besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar waspada dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 m.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu waspada,” imbuh Faizal. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!