BMKG : Wilayah Sultra Awal Maret Hingga April Diprakirakan Alami Curah Hujan Kategori Menengah

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebutkan secara umum, sebagian besar wilayah Sultra pada awal Maret hingga awal April 2024 diprakirakan akan mengalami curah hujan kategori menengah.

Forecaster On Duty BMKG Stasiun Klimatologi Sultra, Eva Prameuthia STr mengatakan, berdasarkan monitoring hari tanpa hujan Sultra update 29 Februari 2024 menunjukkan umumnya wilayah Sultra masih mengalami hujan hingga update data terakhir beberapa wilayah mengalami hari tanpa hujan kategori sangat pendek 1 sampai 5 hari.

“Analisis curah hujan dasarian pada akhir Februari 2024 menunjukkan sebagian besar wilayah sulawesi tenggara mengalami curah hujan kategori rendah 11-50 mm/dasarian hingga menengah 151-300 mm/dasarian,” kata Eva, Kamis (29/2).

“Terdapat wilayah yang mengalami curah hujan dengan kategori tinggi 151-300 mm/dasarian yaitu di sebagian Wilayah Buton, Kendari, Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Selatan, dan Konawe Utara,” sambungnya.

Sementara, pada awal Maret 2024, sebagian besar wilayah Sultra diprakirakan berpeluang tinggi mengalami curah hujan kategori menengah 51-150 mm/dasarian. Beberapa wilayah diprakirakan berpeluang mengalami curah hujan kategori tinggi 151-300 mm/dasarian yaitu di sebagian Wilayah Baubau, Buton, Buton Selatan, Konawe, Konawe Utara dan Wakatobi.

“Secara umum, sebagian besar wilayah sulawesi tenggara pada awal Maret hingga awal April 2024 diprakirakan akan mengalami curah hujan kategori menengah 51-150 mm/dasarian. Sebagian kecil Wilayah Buton Selatan, Konawe Utara dan Wakatobi diprakirakan akan mengalami curah hujan kategori tinggi 151-200 mm/dasarian pada awal Maret 2024,” jelasnya.

Seluruh masyarakat Sultra diharapkan terus waspada terhadap berbagai dampak perubahan iklim di sekitar kita.

“Pastikan update informasi cuaca/iklim yang anda dapatkan dari sumber terpercaya di akun-akun resmi BMKG,” ungkapnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!