Pemprov Sultra Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi

Berpotensi Terjadi di Perairan Menui Kendari, Wakatobi dan Laut Banda Timur Sultra

ilustrasi.
ilustrasi.

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menghimbau kepada seluruh masyarakat di Bumi Anoa untuk waspada gelombang tinggi. Dimana berdasarkan amatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gelombang tinggi berpotensi terjadi di Perairan Wakatobi, Menui Kendari, Baubau dan Laut Banda Timur Sultra.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra Asrun Lio mengatakan, kepada masyarakat agar mengindahkan peringatan-peringatan dari BMKG.

“Berdasarkan laporan BMKG kita harus waspada pada gelombang tinggi utamanya daerah timur. Dan laporan BMKG ini harus di ketahui oleh pelayaran-pelayaran kita,” katanya saat di wawancarai belum lama ini.

Selain itu, ia menghimbau agar tidak melakukan perjalanan jika cuaca tidak mendukung.

“Lebih baik tidak berangkat, daripada tidak sampai,” ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari Faizal Habibie mengatakan, pola angin umumnya dari Timur sampai Selatan dengan kecepatan 2-20 Knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Banda Timur Sultra. Peringatan ini berlaku hingga 11 Juni 2023.

“Kemudian tinggi gelombang 2,5 meter sampai 4 meter berpeluang terjadi di Perairan Menui Kendari bagian Timur, Perairan Utara Wakatobi bagian Timur, Perairan Selatan Wakatobi dan Laut Banda Timur Sultra,” kata Faizal, Kamis (8/6).

“Selanjutnya tinggi gelombang 1,25 meter sampai 2,5 meter diprakirakan terjadi di Perairan Banggai, Perairan Teluk Tolo, Perairan Menui Kendari bagian Barat, Perairan Baubau dan Perairan Utara Wakatobi bagian Barat,” tambahnya.

Faizal berharap, memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, yakni perahu nelayan waspada dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m.

Kemudian, kapal tongkang awas dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m. Kapal feri awas kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m.

Sementara, kapal ukuran besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar waspada dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 m.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu waspada,” imbuh Faizal. (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!