MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR), menegaskan bahwa Pulau Sulawesi memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pariwisata baru di Indonesia. Hal ini ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional The Legend of Pongtiku, yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI), pada Senin (7/7), di D’Rij Hotel, Rantepao, Toraja Utara.
Dalam paparannya, Gubernur ASR menekankan pentingnya integrasi pariwisata antarwilayah se-Pulau Sulawesi sebagai strategi percepatan pertumbuhan ekonomi kawasan. Ia menyebut konektivitas menjadi kunci dalam memaksimalkan potensi pariwisata yang ada.
“Kita berada di sini tidak lain karena sebuah ide, sebuah mimpi, yaitu bagaimana agar konektivitas di Sulawesi dapat terjalin, khususnya dalam sektor pariwisata,” ujarnya.
ASR mengungkapkan bahwa saat ini Pulau Sulawesi menyumbang 74 juta kunjungan wisata setiap tahun, menjadikannya wilayah dengan kunjungan terbanyak ketiga secara nasional setelah Jawa dan Sumatera.
“Kunjungan wisata Pulau Bali saja mencapai 44 juta. Artinya, Sulawesi memiliki potensi luar biasa. Potensi ini bisa dimaksimalkan jika konektivitas antardestinasi terbangun dengan baik, terutama melalui peningkatan aksesibilitas darat, laut, dan udara se-pulau sulawesi,” tegasnya.
Ia menambahkan, integrasi pariwisata yang berkelanjutan bukan hanya untuk menambah kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara, tetapi juga penting untuk pemerataan pembangunan, pertumbuhan ekonomi lokal, pelestarian budaya dan lingkungan, serta menarik minat investor asing.
Sebagai tindak lanjut konkret, dalam forum tersebut telah ditandatangani Komitmen Bersama Mendorong Pengembangan Pariwisata dan Berkelanjutan Se-Pulau Sulawesi. Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Gubernur Sulawesi Utara, serta perwakilan dari Gubernur Sulawesi Selatan.
“Setelah ada MoU, maka para kepala dinas pariwisata dapat segera berkoordinasi dan berkomunikasi untuk melakukan aksi konektivitas,” pungkasnya.
Turut hadir dalam forum strategis ini, antara lain Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, Gubernur Kalimantan Utara Brigjen Pol (Purn) Zainal Arifin Paliwang, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan RI Budiman Sudjatmiko, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Viktor Mailangkay, serta para bupati/walikota, akademisi, dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah Sulawesi dan Kalimantan. (**)












