BerandaDaerahPendidikan

Lolos Seleksi SPMB SMA/SMK Sultra 2025 Capai 31.122 Peserta

×

Lolos Seleksi SPMB SMA/SMK Sultra 2025 Capai 31.122 Peserta

Sebarkan artikel ini
Prof. Aris Badara. (FOTO: FAYSAL/MS)
Prof. Aris Badara. (FOTO: FAYSAL/MS)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat sebanyak 31.122 peserta dinyatakan lolos seleksi dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK tahun ajaran 2025.

Proses pendaftaran secara online dibuka sejak 23 Juni hingga 2 Juli 2025, dengan total pendaftar mencapai 34.044 orang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dikbud Sultra, Prof. Aris Badara, mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar seharusnya bisa lebih tinggi, mengingat estimasi awal pemerintah mengenai potensi peserta mencapai lebih dari 64 ribu orang. Namun, sebagian siswa kemungkinan memilih mendaftar ke sekolah swasta atau tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK.

“Yang mendaftar online 34.044 orang, dan yang lolos seleksi sebanyak 31.122 orang. Dari jumlah tersebut, data yang dinyatakan valid sebanyak 30.718 orang,” jelas Prof. Aris dalam keterangannya di Kendari, Kamis (10/7).

Ia menambahkan bahwa berdasarkan data sementara, masih terdapat tantangan serius dalam dunia pendidikan di Sultra, termasuk meningkatnya angka putus sekolah dan menurunnya angka partisipasi murni (APM) di jenjang SMA dan SMK.

“Angka putus sekolah meningkat, sementara angka siswa yang melanjutkan pendidikan justru turun. Ini menjadi tantangan besar bagi kami di dunia pendidikan,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai faktor turut memengaruhi rendahnya angka partisipasi pendidikan di Sultra, di antaranya adalah minimnya kesadaran akan pentingnya pendidikan, terutama di daerah-daerah tertinggal, serta faktor ekonomi keluarga pascapandemi COVID-19.

“Masih banyak orang tua yang menganggap pendidikan belum terlalu penting, terutama di wilayah pedesaan atau pelosok. Tradisi anak membantu orang tua di rumah juga masih kuat. Ini menjadi salah satu penyebab anak tidak melanjutkan sekolah,” jelasnya.

Prof. Aris berharap ke depan akan ada upaya riset, edukasi, dan sosialisasi lebih masif agar masyarakat menyadari pentingnya pendidikan sebagai pondasi masa depan, sekaligus mendorong peningkatan angka partisipasi sekolah di Sultra. (FA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!