Semester Pertama 2025, PAD Sultra Tembus Rp651 Miliar

Mujahidin.
Mujahidin.

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp651 miliar sepanjang Januari hingga Juni 2025. Jumlah ini setara dengan 49 persen dari target PAD tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp1,3 triliun.

Kepala Bapenda Sultra, Mujahidin, menjelaskan bahwa pencapaian PAD hingga semester pertama ini dipengaruhi oleh sejumlah sektor pajak, termasuk pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), pajak alat berat, pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB), hingga pajak rokok dan pajak air permukaan.

“Untuk sektor pajak kendaraan bermotor, realisasinya baru mencapai 43 persen, padahal idealnya sudah berada di angka 50 persen karena sudah memasuki pertengahan tahun,” ungkap Mujahidin dalam keterangannya di Kendari, Selasa (15/7)

Menurutnya, capaian ini belum maksimal akibat masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam membayar pajak. Untuk mengatasi hal tersebut, Bapenda Sultra terus melakukan langkah-langkah optimalisasi, termasuk menggelar operasi kepatuhan pajak.

Sementara itu, PBBKB tercatat sudah mencapai 65 persen hingga Mei 2025. Meski melebihi target semester pertama, penerimaan pajak ini harus dibagi antara provinsi (30 persen) dan kabupaten/kota (70 persen), sesuai ketentuan pembagian dana bagi hasil.

Untuk pajak alat berat, Mujahidin menyebut capaian telah berada di atas 50 persen, sedangkan pajak air permukaan masih sangat rendah, baru sekitar 11 persen. Ia berharap adanya pelunasan tunggakan dari para pengguna air permukaan agar target bisa tercapai hingga akhir tahun.

“Pajak rokok saat ini baru mencapai 40 persen karena merupakan kewenangan pemerintah pusat dan tergantung pada pelaporan serta penyaluran dari Kementerian Keuangan,” tambahnya.

Terkait opsen pajak mineral bukan logam dan batuan, Bapenda Sultra menerima 25 persen dari pokok pajak yang dibayarkan oleh kabupaten/kota. Namun, hingga akhir Juni, pendapatan dari sektor ini belum optimal.

Secara keseluruhan, realisasi PAD Sultra hingga pertengahan tahun ini baru mencapai 49 persen atau Rp651 miliar dari target Rp1,3 triliun. Mujahidin optimistis target tersebut masih bisa tercapai dengan peningkatan kesadaran pajak masyarakat dan intensifikasi penagihan pada semester kedua. (FA)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!