BerandaDaerah

Dikbud Sultra Dorong Pendidikan Inklusif Lewat Pelatihan Guru SLB

×

Dikbud Sultra Dorong Pendidikan Inklusif Lewat Pelatihan Guru SLB

Sebarkan artikel ini
Dikbud Sultra melalui UPTD Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus menggelar pelatihan bagi guru SLB se-Sultra dalam rangka peningkatan kemampuan deteksi dini terhadap anak berkebutuhan khusus bertempat di Hotel Sahid Azizah Syariah Kendari pada Rabu (6/8). (FOTO: FAYSAL/MS)
Dikbud Sultra melalui UPTD Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus menggelar pelatihan bagi guru SLB se-Sultra dalam rangka peningkatan kemampuan deteksi dini terhadap anak berkebutuhan khusus bertempat di Hotel Sahid Azizah Syariah Kendari pada Rabu (6/8). (FOTO: FAYSAL/MS)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus menggelar pelatihan bagi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Sultra dalam rangka peningkatan kemampuan deteksi dini terhadap anak berkebutuhan khusus bertempat di Hotel Sahid Azizah Syariah Kendari pada Rabu (6/8).

Sebanyak 70 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sultra mengikuti pelatihan tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengenali kebutuhan dan potensi anak-anak berkebutuhan khusus sejak dini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dikbud Sultra, Prof. Aris Badara, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Bidang Perencanaan dan Penganggaran Dikbud Sultra, Nurhaerani Haeba, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada UPTD Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus yang telah menyelenggarakan kegiatan strategis ini.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada UPTD yang telah bekerja keras menyelenggarakan acara ini. Pelatihan ini sangat penting dan strategis dalam mendukung kualitas pendidikan inklusif di Sultra,” ujar Nurhaerani.

Ia menambahkan, menjadi guru di SLB bukan hanya soal profesi, melainkan panggilan jiwa dan pengabdian luar biasa.

“Di tangan para guru, anak-anak berkebutuhan khusus tidak hanya belajar membaca dan berhitung, tetapi juga diajarkan harapan, kemandirian, serta kepercayaan diri untuk menatap masa depan,” imbuhnya.

Nurhaerani juga menegaskan bahwa Pemprov Sultra memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan pendidikan yang adil dan merata bagi semua lapisan masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru SLB menjadi salah satu prioritas.

“Pelatihan ini menjadi momentum yang sangat tepat untuk memperbarui ilmu, mengasah keterampilan, dan berbagi praktik baik antar sesama guru. Semoga melalui forum ini lahir inovasi-inovasi pembelajaran yang mampu menjawab setiap kebutuhan unik para siswa,” tuturnya. (sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!