MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga menyampaikan bahwa pemanfaatan Jembatan Bailey yang menghubungkan ruas Landawe–Kota Maju–Asera di Desa Sambandete, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), terpantau berjalan lancar.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul, usai menanggapi isu penutupan jalan yang sempat terjadi akibat belum selesainya pembayaran material proyek antara kontraktor dan pihak ketiga.
Pahri menjelaskan bahwa proses pencairan dana proyek saat ini masih berlangsung melalui mekanisme review oleh inspektorat.
“Karena proyek ini menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dari APBD Sultra, maka pencairannya harus melalui review inspektorat karena menyangkut penggunaan uang negara,” terang Pahri, Selasa (12/8).
Ia memastikan bahwa kondisi ruas jalan di sekitar Jembatan Bailey saat ini tidak mengalami hambatan.
“Untuk ruas jalan, sudah tidak ada masalah,” ujarnya.
Jembatan Bailey ini dibangun sebagai bagian dari penanganan darurat pascabencana banjir yang sebelumnya memutus konektivitas wilayah tersebut. Jembatan ini juga memiliki nilai strategis karena menghubungkan dua provinsi, yakni Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah.
Selain memulihkan akses masyarakat, jembatan tersebut diharapkan dapat mendorong pemulihan aktivitas sosial dan perekonomian lokal.
Proyek pembangunan jembatan ini rampung dalam waktu 75 hari kalender, terdiri dari tiga segmen dengan total panjang 51 meter. Pelaksana proyek adalah CV Ulin Pratama, dengan pendanaan sebesar Rp3,191 miliar yang bersumber dari BTT APBD Provinsi Sultra. (red)












