MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai peringatan Dies Natalis Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari ke-44 yang digelar di Lapangan Mini UHO, Sabtu (23/8) pagi.
Beragam kegiatan meriah memeriahkan acara tersebut, mulai dari jalan santai, lomba tarik tambang, hingga pemeriksaan kesehatan gratis bagi civitas akademika dan masyarakat sekitar kampus. Antusiasme peserta terlihat dari pagi hari, saat ribuan dosen, mahasiswa, dan warga sekitar mulai memadati area kampus.
Rektor UHO, Prof. Armid, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Dies Natalis tahun ini tidak hanya menjadi ajang seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat semangat inovasi dan kolaborasi seluruh elemen kampus.
“Dengan tema Inovasi Berkelanjutan Menuju Global, kita ingin menegaskan bahwa Universitas Halu Oleo hadir sebagai pusat inovasi dan solusi, baik bagi pembangunan di Sulawesi Tenggara maupun Indonesia secara umum,” ujar Prof. Armid.
Ia menambahkan, usia ke-44 merupakan tonggak penting dalam perjalanan UHO sebagai institusi pendidikan tinggi. Karena itu, semangat gotong royong, persatuan, dan kerja sama antar civitas akademika perlu terus diperkuat demi mewujudkan visi besar kampus ke depan.
“Dies Natalis ini adalah momentum kita untuk terus bergerak, bersatu, dan bergotong-royong. Tanpa kebersamaan, mustahil kita bisa mencapai cita-cita besar pembangunan UHO ke depan,” tambahnya.
Kemeriahan rangkaian acara Dies Natalis kali ini disambut hangat oleh seluruh lapisan kampus, mulai dari pimpinan, dosen, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Selain menumbuhkan semangat hidup sehat dan sportif, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan di lingkungan kampus hijau UHO.
Sekilas Sejarah Universitas Halu Oleo
Universitas Halu Oleo memiliki sejarah panjang sebelum menjadi perguruan tinggi negeri seperti sekarang. Awalnya, UHO berdiri sebagai universitas swasta dengan nama Universitas Halu Oleo (UNHOL) pada tahun 1964 dan berstatus sebagai filial dari Universitas Hasanuddin Makassar.
Setelah 17 tahun perjuangan, UHO resmi menjadi perguruan tinggi negeri pada 14 Agustus 1981, berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 1981. Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Dirjen Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Rer. Nat. Doddy Achdiat Tisna Amidjaja, pada 19 Agustus 1981.
Di awal berdirinya, UHO hanya memiliki empat fakultas, yaitu: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik dan Fakultas Pertanian.
Kampus ini kala itu hanya berdiri di atas lahan seluas 7 hektare di kawasan Kemaraya, yang kini dikenal sebagai kampus lama atau gedung pascasarjana.
Kini, memasuki usia ke-44, UHO telah berkembang pesat menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia bagian timur, dengan 14 fakultas, satu sekolah pascasarjana, serta berbagai unit penunjang akademik modern yang terus berinovasi menuju standar global. (sal)












