BerandaDaerah

Dikbud Sultra Gelar FGD “Dari Kelas ke Rumah” Bahas Pencegahan Masalah Sosial Remaja

×

Dikbud Sultra Gelar FGD “Dari Kelas ke Rumah” Bahas Pencegahan Masalah Sosial Remaja

Sebarkan artikel ini
Dikbud Sultra saat menggelar FGD bertajuk “Dari Kelas ke Rumah: Menyatukan Langkah dalam Rangka Pencegahan Masalah Sosial Remaja di Lingkungan Sekolah” bertempat di Zahra Syariah Hotel Kendari.
Dikbud Sultra saat menggelar FGD bertajuk “Dari Kelas ke Rumah: Menyatukan Langkah dalam Rangka Pencegahan Masalah Sosial Remaja di Lingkungan Sekolah” bertempat di Zahra Syariah Hotel Kendari.

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dari Kelas ke Rumah: Menyatukan Langkah dalam Rangka Pencegahan Masalah Sosial Remaja di Lingkungan Sekolah”. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 9-10 September 2025, di Zahra Syariah Hotel Kendari.

FGD ini menghadirkan berbagai pihak, mulai dari Ketua dan jajaran Dewan Pendidikan Sultra, narasumber, kepala sekolah, pengawas, guru, perwakilan komite sekolah, orang tua siswa, hingga Ketua OSIS SMA dan SMK se-Kota Kendari.

Plt. Kepala Dikbud Sultra, Prof. Dr. Aris, M.Hum, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter anak dan mencegah berbagai persoalan sosial yang marak terjadi di kalangan remaja.

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dewan Pendidikan Provinsi Sultra dan panitia yang telah menginisiasi serta bekerja keras menyelenggarakan acara ini. Tema yang diangkat menjadi pengingat kuat bahwa pendidikan karakter anak tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja,” ujarnya.

Ia menyoroti berbagai persoalan yang kini mengancam generasi muda, seperti perundungan, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkotika, hingga isu kesehatan mental. Menurutnya, sekolah tidak bisa bekerja sendiri karena keterbatasan waktu dan ruang. Dukungan keluarga dan masyarakat menjadi hal yang sangat krusial.

“Sinergi antara ‘kelas’ dan ‘rumah’ bukanlah pilihan, melainkan keharusan. Harus ada jembatan komunikasi yang kokoh antara guru dan orang tua, serta keselarasan visi dalam mendidik anak-anak kita,” lanjutnya.

Prof. Aris berharap forum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, melainkan ruang bersama untuk menggali permasalahan, mencari solusi, dan merumuskan langkah konkret. Ia juga menegaskan komitmen Dikbud Sultra untuk menindaklanjuti hasil FGD menjadi kebijakan yang memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga di seluruh wilayah Sultra.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Sultra, Prof. Dr. H. Nur Alim, M.Pd., mengungkapkan bahwa FGD ini memberikan ruang bebas bagi siswa untuk menyampaikan perasaan, harapan, dan unek-unek mereka-sesuatu yang jarang bisa mereka ungkapkan di hadapan guru maupun orang tua.

“Dari kegiatan ini, kami menemukan beberapa masalah utama yang dihadapi siswa. Salah satunya adalah kurangnya ruang komunikasi dengan orang tua. Mereka merasa tidak bebas menyampaikan pendapat karena orang tua terlalu mendominasi,” ungkap Prof. Nur Alim.

Selain itu, isu-isu seperti pengaruh lingkungan dan penyalahgunaan media sosial juga muncul dalam diskusi. Hasil dari pra-diskusi dan FGD ini akan dirumuskan dalam bentuk rekomendasi yang akan disampaikan kepada pihak terkait, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra.

“Tujuannya agar masalah-masalah ini tidak terus berkembang dan bisa ditangani secara bersama-sama,” tutupnya. (sal)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!