BerandaDaerah

Saluran Tersumbat Kayu, Kantor Diskominfo Sultra Diterjang Banjir Mendadak

×

Saluran Tersumbat Kayu, Kantor Diskominfo Sultra Diterjang Banjir Mendadak

Sebarkan artikel ini

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI Hujan deras yang mengguyur Kota Kendari selama kurang dari satu jam menyebabkan Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tergenang banjir, Jumat (10/4/2026).

Genangan air bahkan mencapai ketinggian hingga paha orang dewasa dan merendam sejumlah kendaraan operasional yang terparkir di area kantor.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Sultra, Andi Syarir, mengungkapkan bahwa banjir terjadi secara tiba-tiba saat dirinya bersama pegawai tengah menggelar rapat di dalam kantor.

“Selama ini kalau hujan deras, tidak pernah ada masalah. Tapi begitu selesai rapat dan turun ke bawah, air sudah masuk ke dalam gedung dan terus naik,” ujarnya saat diwawancarai awak media.

Menurutnya, pegawai langsung berupaya mengamankan kendaraan serta peralatan penting di kantor. Namun, air yang terus meningkat membuat sebagian kendaraan tetap terendam.

“Beberapa mobil operasional ikut terendam karena tidak sempat dipindahkan. Sopirnya juga sedang bekerja dari rumah, jadi kendaraan tidak digunakan,” jelasnya.

Setelah dilakukan pengecekan, diketahui penyebab banjir berasal dari saluran air yang tersumbat oleh potongan kayu bekas penebangan yang belum diangkut. Sumbatan tersebut menghambat aliran air dan mengalihkan arus ke area kantor Diskominfo.

“Di samping drive-thru Mandiri ada sumbatan dari potongan kayu yang tidak diangkut. Akibatnya aliran air yang seharusnya lurus justru berbelok masuk ke area kantor,” terangnya.

Andi Syarir menambahkan, kondisi ini menjadi kejadian pertama yang dialami kantor Diskominfo Sultra, meski hujan dengan intensitas tinggi sebelumnya kerap terjadi.

Ia juga mengaku khawatir terhadap sejumlah perangkat penting, termasuk server dan sistem kelistrikan yang berpotensi terdampak genangan air.

“Beberapa perangkat seperti UPS kemungkinan sudah terendam. Kami berharap ketinggian air tidak mencapai posisi server,” katanya.

Ia berharap pemerintah kota dapat meningkatkan mitigasi, khususnya dalam memastikan saluran air tetap bersih dari sumbatan, terutama setelah kegiatan pemangkasan atau penebangan pohon.

“Kita tidak bisa memprediksi cuaca. Tiba-tiba panas, lalu hujan deras. Jadi saluran air harus selalu dipastikan bersih agar tidak terjadi hal seperti ini,” pungkasnya. (sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!