MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Realisasi investasi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada triwulan I (Januari–Maret) 2026 mencapai Rp13,1 triliun. Angka tersebut setara 36,18 persen dari target investasi tahun 2026 sebesar Rp36,2 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sultra, La Ode Muhammad Nurjaya, mengatakan target investasi tahun ini meningkat dibandingkan tahun 2025 yang sebesar Rp13,28 triliun. Peningkatan tersebut mencerminkan tren pertumbuhan investasi yang positif di Sultra.
Menurutnya, capaian ini didorong oleh sektor unggulan, khususnya industri logam dan pertambangan yang masih menjadi penopang utama realisasi investasi pada awal tahun.
“Tren tersebut juga ditopang masuknya investasi pada sektor pendukung seperti kawasan industri, energi, dan perdagangan yang memperkuat ekosistem investasi di Sultra,” ujar Nurjaya saat diwawancarai di kantornya, Kamis (30/4/2026).
Kontribusi terbesar berasal dari industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp7,92 triliun. Disusul sektor pertambangan Rp2,72 triliun, perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp733 miliar, perdagangan dan reparasi Rp685 miliar, serta listrik, gas, dan air Rp614 miliar.
Sektor lainnya meliputi industri mineral nonlogam Rp93,9 miliar, tanaman pangan, perkebunan dan peternakan Rp81,8 miliar, hotel dan restoran Rp51,4 miliar, serta industri makanan Rp50,5 miliar. Selain itu, industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam tercatat Rp41,4 miliar, industri kimia dan farmasi Rp40,8 miliar, serta transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi Rp26,3 miliar.
“Sementara sektor konstruksi Rp18,2 miliar, jasa lainnya Rp14 miliar, industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain Rp5,8 miliar, perikanan Rp2,8 miliar, industri kertas dan percetakan Rp9,1 juta, industri kayu Rp6,9 juta, serta industri tekstil Rp1 juta,” tambahnya.
Dari sisi wilayah, realisasi investasi terbesar berasal dari Kolaka sebesar Rp8,68 triliun, diikuti Konawe Utara Rp2,39 triliun, Konawe Rp1,22 triliun, Kendari Rp353 miliar, dan Konawe Selatan Rp178 miliar.
Selanjutnya, Buton Rp145 miliar, Bombana Rp27 miliar, Kolaka Utara Rp25,9 miliar, Wakatobi Rp19,1 miliar, Baubau Rp13,5 miliar, dan Buton Tengah Rp13,1 miliar. Sementara itu, Muna Rp6,3 miliar, Konawe Kepulauan Rp5,4 miliar, Buton Utara Rp3,06 miliar, Kolaka Timur Rp2,3 miliar, Buton Selatan Rp1,2 miliar, dan Muna Barat Rp290 juta.
Nurjaya optimistis capaian investasi akan terus meningkat hingga akhir tahun dan mampu mencapai target yang telah ditetapkan, seiring masuknya investasi baru di sektor unggulan Sultra. (red)












