MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Gerakan Pangan Murah yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Kendari dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-195 Kota Kendari di kawasan Pantai Nambo diserbu masyarakat, Sabtu (9/5/2026).
Sejak pagi, warga memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Sejumlah komoditas seperti beras SPHP, telur, bawang, cabai, sayur-mayur hingga buah-buahan menjadi incaran masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, mengatakan pangan memiliki peran yang sangat mendasar karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
“Antusias masyarakat pada gerakan pangan murah hari ini luar biasa. Tadi juga Pak Wamen datang melihat langsung. Kami memberikan harga di bawah harga pasar dan ada voucher Rp20 ribu untuk setiap pembelanjaan berkat dukungan Bank Sultra,” ujar Abdul Rauf.
Ia menjelaskan, pihaknya menyiapkan sebanyak 1.000 sak atau sekitar 5 ton beras SPHP dalam kegiatan tersebut. Hingga siang hari, lebih dari setengah stok beras telah terjual.
“Beras SPHP yang kami siapkan sebanyak 5 ton sudah lebih dari setengah terjual. Selain itu ada telur, bawang, cabai, sayur, buah-buahan hingga produk olahan UMKM pangan yang ikut meramaikan pasar murah ini,” jelasnya.
Abdul Rauf menambahkan, kegiatan tersebut melibatkan 12 distributor pangan yang berpartisipasi membantu pemerintah dalam meringankan beban masyarakat, khususnya memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.
Menurutnya, gerakan pangan murah akan kembali digelar pekan depan di halaman Kantor Wali Kota Kendari menjelang Hari Raya Iduladha. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok saat hari besar keagamaan.
“Harapan kami tentu kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi dan inflasi tetap terjaga. Alhamdulillah selama ini stabilisasi harga di Kota Kendari dalam kondisi yang baik,” katanya.
Selain pasar murah, Dinas Ketahanan Pangan juga menggelar lomba menu pangan nonberas yang diikuti 11 kecamatan se-Kota Kendari. Kecamatan Kambu berhasil meraih juara pertama, disusul Kecamatan Baruga di posisi kedua dan Kecamatan Mandonga di posisi ketiga.
Para pemenang memperoleh hadiah masing-masing Rp4 juta untuk juara pertama, Rp3 juta untuk juara kedua, dan Rp2 juta untuk juara ketiga. Dukungan kegiatan tersebut berasal dari Bank Indonesia, sementara gerakan pangan murah mendapat dukungan dari Bank Sultra. (sal)












