MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Ketua Komisi I DPRD Kota Kendari, Zulham Damu, dan Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Kendari, Rajab Jinik, menjadi narasumber dalam kegiatan Sekolah Legislatif bertema “Mencetak Legislator Muda yang Kritis dan Berintegritas” yang digelar Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FKIP Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026/2027, di Aula FKIP UHO, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan yang diikuti mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Halu Oleo tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III FKIP UHO, Prof. Edy Kamo. Dalam sambutannya, ia berharap Sekolah Legislatif mampu memperluas wawasan mahasiswa mengenai peran strategis generasi muda dalam dunia legislatif dan pembangunan bangsa.
Pada sesi pertama, Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kota Kendari, Rajab Jinik, memaparkan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan laboratorium pengetahuan. Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui pemikiran yang kritis dan solutif.
“Sebagai agen perubahan dan laboratorium pengetahuan, saya ingin mengingatkan bahwa mahasiswa juga merupakan bagian dari parlemen masyarakat. Jangan hanya melihat DPR sebagai lembaga parlemen, tetapi mahasiswa juga memiliki peran menyuarakan aspirasi rakyat,” ujar politisi Partai Golkar tersebut.
Anggota DPRD Kota Kendari dua periode itu juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya berbangga dengan gelar akademik. Ia menegaskan, pendidikan harus menjadi bekal untuk berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar memenuhi gengsi ataupun dorongan orang tua.
“Saya ingin membangunkan pemikiran kritis teman-teman sekaligus menyadarkan kembali tugas dan fungsi mahasiswa sebagai agen perubahan,” tegasnya.
Sementara itu, pada sesi kedua, Ketua Komisi I DPRD Kota Kendari, Zulham Damu, membuka materi dengan memberikan kuis mengenai Tri Dharma Perguruan Tinggi kepada peserta. Cara tersebut berhasil menciptakan suasana diskusi yang lebih interaktif dan membangun antusiasme mahasiswa.
Dalam pemaparannya, politisi PDI Perjuangan itu menekankan pentingnya mahasiswa aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan kampus sebagai proses pembentukan karakter serta kepemimpinan.
“Mahasiswa harus berani beraktualisasi. Tidak mustahil anak muda mampu memimpin negeri ini jika terus belajar, berproses, dan mengembangkan kapasitas diri,” katanya.
Menurut Zulham, kampus merupakan ruang terbaik untuk berdiskusi, bertukar gagasan, sekaligus belajar menyelesaikan berbagai persoalan. Bekal tersebut akan menjadi modal penting ketika mahasiswa kembali ke tengah masyarakat.
“Landasan utama pengabdian kepada bangsa dan negara harus berdiri di atas ilmu pengetahuan. Dengan ilmu, kita mampu memahami dan menyelesaikan persoalan masyarakat secara bijaksana,” ujar anggota DPRD dari Daerah Pemilihan Kadia-Wua-Wua tersebut.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar peran pemuda dalam politik, kepemimpinan, hingga tantangan yang dihadapi dalam dunia legislatif.
Sebagai penutup, DPM FKIP UHO menyerahkan sertifikat penghargaan kepada kedua narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan ilmu yang telah dibagikan. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta, narasumber, dan panitia penyelenggara. (red)












