MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kendari di bidang robotika. Tim robotik MAN 1 Kendari berhasil meraih Juara II (Silver Medal) pada ajang Indonesia Youth Robot Competition (IYRC) 2026 kategori Theater Robot yang digelar di Universitas YARSI, Jakarta, pada 17 Mei 2026.
Sebelumnya, tim yang sama juga berhasil meraih Silver Medal pada Indonesia Robotic Festival (IROF) 2025 kategori Creative Online yang diselenggarakan pada 29 Desember 2025.
Tim robotik MAN 1 Kendari terdiri dari Anawai Putri Zulfiana (XII.6), Alyah Qanita (XII.9), dan Rizky Akbar Harza (XII.9).
Kepala MAN 1 Kendari, La Tangkalalo, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan melalui mata pelajaran Prakarya bidang Robotika yang telah menjadi salah satu program unggulan madrasah.
Menurutnya, siswa yang memiliki minat di bidang robotika diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan mereka di bawah bimbingan guru pembina, Dr. H. Zulrahmat, M.Pd.
“Kami terus mendukung seluruh kegiatan siswa yang ingin berprestasi. Di MAN 1 Kendari ada mata pelajaran Prakarya bidang Robotika sehingga siswa yang memiliki minat dapat mengembangkan kemampuannya melalui pembelajaran dan pembinaan secara langsung,” ujarnya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (30/7/2026).
La Tangkalalo menjelaskan, keberhasilan siswa mengikuti kompetisi tingkat nasional juga merupakan hasil kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua.
Madrasah, kata dia, membiayai tiket perjalanan peserta menuju lokasi perlombaan, sementara kebutuhan akomodasi dan konsumsi didukung oleh orang tua.
“Kalau anggaran memungkinkan tentu kami ingin membiayai seluruh kebutuhan peserta. Namun karena masih banyak cabang prestasi lain yang juga mengikuti kompetisi tingkat nasional, maka pembiayaan dilakukan secara bersama-sama agar semua siswa berkesempatan mendapatkan dukungan,” jelasnya.
Sementara itu, Guru Prakarya Robotika MAN 1 Kendari, Dr. H. Zulrahmat, M.Pd., mengatakan pembelajaran robotika telah diterapkan melalui mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKW) dengan pendekatan berbasis proyek.
Menurutnya, siswa terlebih dahulu dibekali materi dasar seperti mikrokontroler, pemrograman, Arduino, sensor, dan aktuator sebelum mengembangkan proyek robotik sesuai kreativitas masing-masing.
“Hasil yang mereka tampilkan dalam perlombaan merupakan kreativitas siswa sendiri. Kami hanya memberikan dasar-dasar pembelajaran, sedangkan ide dan pengembangannya berasal dari mereka,” katanya.
Ia menjelaskan, MAN 1 Kendari telah aktif mengikuti berbagai kompetisi robotika sejak 2018, baik secara luring maupun daring. Bahkan, sejumlah alumni berhasil diterima di perguruan tinggi melalui jalur prestasi berkat capaian di bidang robotika.
Meski demikian, Zulrahmat mengakui pengembangan robotika masih menghadapi keterbatasan sarana dan peralatan.
“Robotika membutuhkan biaya yang relatif lebih besar dibandingkan mata pelajaran lainnya. Untuk pembelajaran dasar sudah difasilitasi sekolah, namun untuk pengembangan hingga tingkat kompetisi nasional masih sangat membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk orang tua,” ungkapnya.
Ia menambahkan, mata pelajaran Prakarya di MAN 1 Kendari memiliki tiga pilihan keterampilan, yakni tata busana, kelistrikan, dan robotika. Seluruh siswa kelas XI wajib memilih salah satu bidang sesuai minat masing-masing.
Salah seorang anggota tim, Rizky Akbar Harza, mengaku telah dua kali mengikuti kompetisi robotika tingkat nasional.
Pada kompetisi pertama, tim mengembangkan inovasi berupa sistem monitoring kualitas air, sedangkan pada IYRC 2026 mereka menampilkan karya bertema Theater Robot.
“Alhamdulillah dari dua lomba yang kami ikuti, keduanya berhasil meraih medali silver,” ujarnya.
Senada dengan itu, Anawai Putri Zulfiana mengaku bangga atas prestasi yang berhasil diraih bersama timnya.
Ia mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan penuh pihak sekolah maupun orang tua.
“Saya sangat bangga karena bersama tim bisa meraih medali silver. Sekolah membantu biaya tiket pesawat, sementara orang tua mendukung akomodasi selama mengikuti lomba. Di sekolah kami belajar mulai dari coding, praktik seperti blinking LED hingga mengerjakan proyek akhir robotika,” katanya.
Anawai berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi dirinya dan siswa lainnya untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Keberhasilan tim robotik MAN 1 Kendari ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang konsisten, dukungan sekolah, peran aktif orang tua, serta kreativitas siswa mampu melahirkan prestasi di tingkat nasional sekaligus mengharumkan nama madrasah dan daerah. (sal)












