Daerah

Jamaah Umrah PT Mulya Mandiri Travel Tetap Sehat Meski Madinah Capai Suhu 44 Derajat Celsius

×

Jamaah Umrah PT Mulya Mandiri Travel Tetap Sehat Meski Madinah Capai Suhu 44 Derajat Celsius

Sebarkan artikel ini

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI PT Mulya Mandiri Travel memastikan seluruh jamaah umrah yang berangkat pada 2 Agustus 2026 tetap dalam kondisi sehat meski menjalani ibadah dan ziarah di Kota Madinah dengan suhu udara yang mencapai 44 derajat Celsius. Keberhasilan menjaga kesehatan jamaah menjadi prioritas perusahaan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Owner PT Mulya Mandiri Travel, Syarifa Mulya, SE., MM, mengatakan cuaca ekstrem di Madinah menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah. Namun, melalui persiapan yang matang, edukasi kesehatan sejak manasik, serta pendampingan intensif dari tim pembimbing, seluruh jamaah mampu menjalankan rangkaian ibadah dengan baik tanpa mengalami gangguan kesehatan yang berarti.

“Alhamdulillah, sampai hari ini seluruh jamaah dalam keadaan sehat. Walaupun suhu di Madinah mencapai 44 derajat Celsius, kami terus mengingatkan jamaah agar menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi, menggunakan pelindung diri saat berada di luar ruangan, serta mengatur waktu istirahat agar tetap prima dalam beribadah,” ujar Syarifa.

Ia menjelaskan, kesehatan jamaah menjadi prioritas utama perusahaan. Karena itu, sebelum keberangkatan seluruh peserta telah mendapatkan pembekalan mengenai adaptasi terhadap cuaca panas di Arab Saudi, pola konsumsi cairan, penggunaan obat-obatan pribadi, hingga langkah-langkah pencegahan dehidrasi dan kelelahan selama menjalankan ibadah.

Rombongan jamaah memulai perjalanan dari Kendari pada Minggu, 2 Agustus 2026, menggunakan maskapai Garuda Indonesia menuju Makassar. Selanjutnya, pada Senin (3/8/2026), jamaah melanjutkan penerbangan melalui Kuala Lumpur, Malaysia, sebelum tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah.

Selama berada di Madinah pada 3–6 Agustus 2026, jamaah tidak hanya memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi, tetapi juga mengikuti city tour dan ziarah ke sejumlah destinasi bersejarah Islam. Di antaranya Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd, Jabal Magnet, Jabal Uhud, Masjid Quba, Masjid Qiblatain, serta kebun kurma.

Menurut Syarifa, disiplin jamaah dalam mengikuti arahan pembimbing menjadi salah satu faktor utama yang membuat seluruh peserta tetap sehat. Tim pendamping secara rutin memantau kondisi jamaah, memastikan kebutuhan cairan terpenuhi, serta mengingatkan agar tidak memaksakan diri saat cuaca berada pada suhu tertinggi.

“Kami selalu mengedepankan pelayanan yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan jamaah. Ibadah memang menjadi tujuan utama, tetapi kesehatan harus tetap dijaga agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan khusyuk dan nyaman,” katanya.

Pada Jumat (7/8/2026), rombongan dijadwalkan meninggalkan Madinah menuju Makkah setelah mengambil miqat di Bir Ali untuk melaksanakan umrah pertama. Selanjutnya, jamaah akan menjalankan rangkaian ibadah di Masjidil Haram, mulai dari tawaf, sa’i, tahallul, hingga ziarah ke sejumlah lokasi bersejarah sebelum kembali ke Indonesia pada pertengahan Agustus 2026.

PT Mulya Mandiri Travel berharap seluruh jamaah dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dalam kondisi sehat hingga tiba kembali di Tanah Air. Perusahaan juga berkomitmen terus memberikan pelayanan terbaik melalui pendampingan ibadah, kenyamanan perjalanan, serta pengawasan kesehatan demi menghadirkan perjalanan umrah yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!