MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari terus melakukan penguatan tata kelola layanan pasca pelatihan sebagai bagian dari upaya mendukung implementasi konsep Mini Campus yang dikemas dalam aplikasi SiAsma.
Aplikasi Si Asma merupakan aplikasi yang dibuat Subkoordinator Penyelenggara Pelatihan BPVP Kendari, La Ode Muhamad Safrudin dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan 37 Tahun 2026 untuk meningkatkan kualitas layanan kepada alumni pelatihan vokasi.
“SiASMA atau Sistem Informasi Alumni, Monitoring, dan Administrasi dikembangkan sebagai instrumen digital untuk mendukung pengelolaan data alumni, tracer study, monitoring outcome pelatihan, informasi penempatan kerja, serta penyediaan informasi bagi manajemen,” ujar La Ode Muhamad Safrudin, Minggu (20/9/2026) di ruang kerjanya.
Ia menjelaskan, Aksi perubahan tersebut berangkat dari kebutuhan untuk memastikan bahwa layanan BPVP tidak berhenti ketika peserta menyelesaikan pelatihan.
Alumni perlu tetap terhubung dengan lembaga, data perlu dikelola dan diperbarui, serta perkembangan alumni setelah pelatihan perlu dipantau secara sistematis.
“Pelatihan tidak berakhir ketika peserta menyelesaikan pelatihan. Justru setelah pelatihan selesai, kita perlu mengetahui bagaimana alumni berkembang, apakah sudah bekerja, berwirausaha, melanjutkan pendidikan, serta sejauh mana kompetensi yang diperoleh dapat dimanfaatkan di dunia kerja,” jelas kata pemilik sapaan akrab LMS itu.
Melalui Aksi Perubahan tersebut, lanjut dia, BPVP Kendari memperkuat beberapa instrumen utama, yaitu Pedoman Implementasi Tata Kelola Layanan Pasca Pelatihan, SOP Layanan Pasca Pelatihan, proses bisnis, Tim Pengelola Layanan Pasca Pelatihan, serta SiASMA.
Pengembangan SiASMA tidak ditempatkan sebagai pengganti tata kelola, tetapi sebagai instrumen pendukung agar proses pengelolaan layanan pasca pelatihan menjadi lebih terstruktur dan berbasis data.
“Penguatan layanan pasca pelatihan juga diarahkan untuk memperkuat hubungan antara BPVP Kendari, alumni, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta pemangku kepentingan lain,” bebernya.
Ia menambahkan, melalui pengelolaan data dan monitoring yang lebih baik, BPVP Kendari dapat memperoleh informasi mengenai kondisi alumni setelah pelatihan. Informasi tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan dan menyesuaikan program dengan kebutuhan dunia kerja.
Langkah ini juga sejalan dengan kebutuhan transformasi BPVP menuju ekosistem Mini Campus, yang tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran, tetapi membangun keterhubungan antara pelatihan, sertifikasi, penempatan, dan keberlanjutan alumni.
Pelaksanaan Aksi Perubahan mendapat dukungan dari berbagai stakeholder, baik internal maupun eksternal. Kolaborasi dengan dunia usaha, dunia industri, pemerintah daerah, lembaga terkait, serta alumni menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola layanan pasca pelatihan.
“Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam penempatan tenaga kerja, pemutakhiran informasi kebutuhan industri, dan pengembangan kompetensi alumni,” tandasnya.
Untuk diketahui, BPVP Kendari pada tahun 2025 menyelenggarakan 82 paket pelatihan dengan 1.312 peserta, sementara jumlah alumni periode 2023–2025 mencapai 3.872 orang. Besarnya jumlah alumni tersebut membutuhkan mekanisme pengelolaan dan penelusuran yang sistematis agar informasi mengenai perkembangan alumni dapat dimanfaatkan secara optimal. (red)












