Beranda

Disperindag Sultra Jadi Fasilitator Para Petani di Kolut Pasarkan Hasil Komoditas

×

Disperindag Sultra Jadi Fasilitator Para Petani di Kolut Pasarkan Hasil Komoditas

Sebarkan artikel ini
La Ode Fitrah Arsyad.
La Ode Fitrah Arsyad.

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi fasilitator para petani di Kolaka Utara (Kolut) untuk memasarkan hasil komoditas langsung kepada pembeli yang berada di luar daerah melalui pasar lelang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Sultra, La Ode Fitrah Arsyad mengatakan pasar lelang tersebut telah dilaksanakan pada 25 september 2024 dengan melibatkan para petani dan pelaku usaha lokal.

Pada pasar lelang tersebut, Pemprov Sultra berhasil memfasilitasi beberapa komoditas yang ada di Kolut, yaitu cengkeh, gula merah, gula kelapa, kakao dan nilam. Komoditas tersebut terjual dengan total transaksi sekitar Rp5,4 miliar.

Kata Fitrah, pasar lelang dilakukan sebagai inisiatif Pemprov Sultra karena rata-rata keluhan petani terkait pemasaran. Pasar lelang itu memudahkan para petani kepada para pembeli baik di Kota Kendari sebagai penampung, maupun di luar kota seperti Jakarta tanpa perantara.

“Pada saat kita umumkan komoditi yang akan dilelang, mereka (pembeli,red) menentukan, apakah cocok dengan komoditi yang akan mereka ekspor atau mereka perdagangkan, nah itu mereka beli,” terang Fitrah saat ditemui di kantor Gubernur Sultra, Senin (30/9).

Dijelaskan, pasar lelang di Kolut itu merupakan tahap pertama yang digelar Pemprov Sultra pada tahun 2024. Tahap kedua akan berlangsung di Kabupaten Konawe dan tahap ketiga di Kabupaten Muna dengan melihat komoditas yang siap dipasarkan di daerah itu.

Fitrah mengaku, pasar lelang diadakan Pemprov Sultra tiap tahun. Di tahun 2023, pihaknya berhasil menfasilitasi para petani dan pelaku usaha di 3 Kabupaten dengan rata-rata nilai transaksi sekitar Rp7 miliar, sementara di tahun 2024 ini, Pemprov Sultra menargetkan Rp8 miliar hingga 11 Desember nanti.

Tahun lalu, petani di Kabupaten Konawe berhasil menjual komoditas beras, olahan pangan, dan beras merah senilai Rp3 miliar. Di tahun 2024, Pemprov Sultra masih menargetkan komoditas yang sama untuk Kabupaten Konawe dengan nilai diupayakan melebihi capaian sebelumnya.

Sementara di Kabupaten Muna, tahun lalu berhasil menjual komoditi tenun dan nentu senilai Rp400 juta. Fitrah berharap di tahun 2024 ada produk baru yang bisa dihasilkan petani dan pengusaha di Muna serta menggencarkan promosi untuk mendapatkan penghasilan yang lebih banyak dari tahun lalu.

“Jadi tiap tahun kita gilir daerah untuk mengadakan pasar lelang. Tergantung komoditinya yang siap. Karena kita kan ada identifikasi penjual dulu. Yang kira-kira mampu mengakomodir kalau ada permintaan yang tinggi terhadap kebutuhan itu. Jangan sampai bayarnya siap, justru penjual dari kita yang tidak siap,” beber Fitrah.

Pemprov Sultra berharap dengan pasar lelang tersebut, komoditas unggulan Sultra bisa terpasarkan di daerah-daerah lainnya, terutama yang mempunyai tujuan ekspor. Pasalnya, target Pemprov adalah nilai ekspor Sultra bisa meningkat tiap tahun.

Selain itu, para petani di Sultra juga bisa bersaing dalam proses ekspor sehingga tidak hanya berpikir menjual kepada para tengkulak dengan harga yang rendah untuk kebutuhan sesaat. Hal tersebut selaras dengan upaya Pemprov Sultra untuk mensejahterakan petaninya. (**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!