MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara merilis sejumlah indikator strategis terbaru yang mencerminkan kondisi perekonomian dan sosial daerah. Data tersebut meliputi Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2026, Keadaan Ketenagakerjaan Mei 2026, Profil Kemiskinan Maret 2026, serta Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Maret 2026.
Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Hadi Susanto, MA, menyampaikan hasil tersebut dalam konferensi pers di Kantor BPS Sultra, Rabu (5/8/2026).
Berdasarkan laporan BPS, perekonomian Sulawesi Tenggara pada Triwulan II 2026 mencatat pertumbuhan yang positif. Secara kuartalan (q-to-q), ekonomi Sultra tumbuh sebesar 3,13 persendibandingkan Triwulan I 2026. Sementara secara tahunan (year-on-year/y-on-y), pertumbuhan ekonomi mencapai 6,19 persen dibandingkan Triwulan II 2025.
Adapun secara kumulatif, ekonomi Sulawesi Tenggara pada Semester I 2026 tumbuh 6,21 persendibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (c-to-c).
Di sektor ketenagakerjaan, hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) menunjukkan jumlah angkatan kerja di Sultra pada Mei 2026 mencapai 1.451,85 ribu orang, atau berkurang sekitar 5,38 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 69,23 persen, turun 0,57 poin persentase dibandingkan Februari 2026.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 berada di angka 3,47 persen, meningkat 0,22 poin persentase dibandingkan Februari 2026.
Meski demikian, kondisi kesejahteraan masyarakat menunjukkan tren yang membaik. Persentase penduduk miskin di Sulawesi Tenggara pada Maret 2026 tercatat sebesar 10,02 persen, turun 0,52 poin persentase dibandingkan Maret 2025 dan turun 0,12 poin persentase dibandingkan September 2025.
Sejalan dengan itu, jumlah penduduk miskin juga mengalami penurunan menjadi 293,47 ribu orang. Angka tersebut berkurang sekitar 10,97 ribu orang dibandingkan Maret 2025 dan turun 1,8 ribu orang dibandingkan September 2025.
BPS juga mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Sulawesi Tenggara yang diukur melalui Gini Ratio pada Maret 2026 sebesar 0,356. Angka ini menurun 0,001 poin dibandingkan September 2025 yang sebesar 0,357 serta turun 0,007 poin dibandingkan Maret 2025 yang mencapai 0,363.
Secara umum, rilis BPS menunjukkan bahwa perekonomian Sulawesi Tenggara terus mengalami pertumbuhan yang kuat pada paruh pertama 2026, diiringi dengan penurunan tingkat kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran masyarakat, meskipun masih terdapat tantangan di sektor ketenagakerjaan yang ditandai dengan meningkatnya tingkat pengangguran terbuka. (red)












