MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Dalam upaya menekan laju inflasi daerah, Dinas Perkebunan dan Hortikultura (Disbunhortikultura) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan kegiatan penanaman 600 pohon cabai, tomat, dan terung di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Induk Hortikultura (BBIH) Amoito, pada Kamis (16/10/2025).
Kepala Disbunhortikultura Sultra, LM Rusdin Jaya, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah provinsi dalam memperkuat ketahanan pangan dan mengendalikan harga komoditas hortikultura yang berkontribusi terhadap inflasi.
“Alhamdulillah, pagi ini kami melakukan penanaman cabai, tomat, dan terung di Balai Induk Hortikultura Amoito yang memiliki luas sekitar 11 hektare. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan petani tentang bagaimana proses budidaya tanaman hortikultura yang baik,” ujar Rusdin Jaya.
Ia menjelaskan, sekitar 600 pohon cabai, tomat, dan terung ditanam pada kegiatan tersebut. Jika proses budidaya berjalan baik, tanaman tersebut diperkirakan dapat dipanen dalam waktu sekitar tiga bulan.
“Insya Allah tiga bulan ke depan bisa panen. Kegiatan ini juga bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat dan petani untuk menerapkan budidaya hortikultura secara massal,” tambahnya.
Menurut Rusdin, komoditas hortikultura seperti cabai dan tomat merupakan penyumbang inflasi tertinggi di Sulawesi Tenggara pada bulan sebelumnya. Oleh karena itu, kegiatan penanaman ini menjadi bagian dari strategi Disbunhortikultura untuk menstabilkan pasokan dan harga di pasar.
“Berdasarkan data bulan kemarin, komoditas yang paling memberi andil terhadap inflasi adalah kelompok hortikultura. Karena itu, kita berupaya memperkuat ketersediaannya dengan memperluas penanaman,” jelasnya.
Adapun jenis tanaman yang ditanam meliputi cabai rawit, cabai keriting, cabai besar, tomat, dan terung — komoditas yang banyak dibutuhkan masyarakat serta memiliki nilai ekonomi tinggi.
Rusdin berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat kemandirian pangan masyarakat serta mendorong pengendalian inflasi secara berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. (sal)












