Lima inovasi tersebut yakni E-Retribusi Pelabuhan, E-Retribusi Parkir, Sistem Informasi Pelayanan Operator Kapal (SIP OK), Sistem Informasi Lahan dan Bangunan Plus (Si Labang), serta Sistem Informasi Rekanan Langsung (Siral).
Kepala Dishub Sultra yang juga Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Muhammad Fadlansyah, mengatakan, kelima inovasi tersebut dirancang untuk meningkatkan kemudahan pelayanan sekaligus memastikan penerimaan retribusi masuk langsung ke kas daerah.
“Momentum Hari Perhubungan tahun 2026 ini kita launching lima inovasi. Yang pertama E-Retribusi Pelabuhan, kemudian E-Retribusi Parkir, SIP OK, Si Labang, dan Siral,” kata Muhammad Fadlansyah kepada awak media, Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, seluruh aplikasi tersebut telah terintegrasi dengan Bank Sultra. Dengan sistem tersebut, pembayaran retribusi dari masyarakat dapat tercatat dan langsung masuk ke rekening daerah.
“Misalnya retribusi parkir, retribusinya langsung masuk ke Bank Sultra. Jadi kita menggunakan aplikasi ini untuk memastikan seluruh retribusi, baik dari parkir maupun penyeberangan, betul-betul masuk ke daerah,” jelasnya.
Ia mengatakan, penerapan sistem digital juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan retribusi sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan transportasi.
“Yang paling utama adalah memastikan retribusi itu betul-betul langsung masuk ke kas daerah. Selain itu, masyarakat juga lebih mudah mengakses layanan,” ujarnya.
Target Retribusi Rp34 Miliar
Muhammad Fadlansyah menjelaskan, sektor perhubungan menjadi salah satu penyumbang retribusi daerah yang cukup besar. Pada 2026, Dishub Sultra menargetkan penerimaan retribusi sekitar Rp34 miliar.
Ia menyebut realisasi penerimaan retribusi tersebut saat ini telah mendekati 80 persen dan terus diupayakan meningkat hingga mencapai target yang telah ditetapkan.
“Target kita Rp34 miliar tahun ini. Sekarang realisasinya sudah hampir 80 persen,” katanya.
Ia menegaskan, penerimaan tersebut merupakan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi, bukan pajak.
“Ini retribusi, bukan pajak. Pajak seperti pajak kendaraan bermotor. Kalau kita di Dinas Perhubungan, salah satu sumbernya adalah retribusi,” jelasnya.
Terintegrasi dengan Sistem Pembayaran
Dalam penerapannya, sejumlah layanan digital transportasi tersebut juga akan menggunakan sistem pembayaran berbasis kartu yang dapat diisi ulang atau top up oleh pengguna.
Sistem tersebut memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran retribusi secara lebih praktis, termasuk ketika menggunakan layanan pelabuhan maupun fasilitas parkir yang dikelola Dishub Sultra.
“Pengguna nanti menggunakan kartu yang sudah memiliki saldo. Jadi untuk membayar parkir maupun retribusi pelabuhan bisa menggunakan kartu tersebut,” ungkapnya.
Muhammad Fadlansyah menambahkan, penerapan digitalisasi tersebut telah diarahkan untuk digunakan di seluruh pelabuhan yang berada dalam pengelolaan Pemprov Sultra.
“Semua pelabuhan kita sudah menggunakan sistem ini,” katanya.
Optimalkan Fungsi Terminal
Selain digitalisasi pembayaran retribusi, Dishub Sultra juga terus mengoptimalkan fungsi sejumlah terminal yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Menurutnya, beberapa terminal akan difungsikan sebagai area parkir maupun ruang aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM.
Ia mencontohkan terminal di kawasan Pelabuhan Labuan yang berada di sekitar pelabuhan akan dimanfaatkan sebagai lokasi parkir kendaraan.
“Seperti di Pelabuhan Labuan, di sampingnya ada terminal kita. Itu kita fungsikan menjadi tempat parkir, sehingga masyarakat yang antre bisa diarahkan parkir di situ,” jelasnya.
Selain itu, sejumlah terminal lainnya juga akan dikembangkan melalui kerja sama dengan pelaku UMKM setempat.
“Di beberapa terminal juga kita lakukan kerja sama dengan UMKM. Misalnya terminal di Kolaka Timur, masyarakat nantinya bisa berjualan di sana, kemudian retribusinya kita kelola dan langsung masuk ke kas daerah,” katanya.
Ia berharap optimalisasi terminal tersebut tidak hanya meningkatkan penerimaan daerah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Kalau terminal tidak kita fungsikan, masyarakat tentu enggan masuk terminal. Karena itu kita berupaya mengoptimalkan terminal-terminal yang ada agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan PAD,” pungkasnya. (sal)












