;

Gubernur Andi Sumangerukka Tinjau RSUD Bahteramas, Perintahkan Perbaikan Fasilitas dan Sambut Alat MRI Pertama di Sultra

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka saat meninjau langsung kondisi RSUD Bahteramas sekaligus menyaksikan prosesi serah terima alat MRI dari Kemenkes. (FOTO: FAYSAL/MS)
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka saat meninjau langsung kondisi RSUD Bahteramas sekaligus menyaksikan prosesi serah terima alat MRI dari Kemenkes. (FOTO: FAYSAL/MS)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka meninjau langsung kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas Sultra, Jumat (31/10/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana rumah sakit menghadapi musim hujan, sekaligus menyaksikan prosesi serah terima alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dalam kunjungan itu, Gubernur didampingi Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, Martin Efendi Sultra, serta Plt Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Sultra, Andi Syarir. Rombongan disambut langsung oleh Plt Direktur RSUD Bahteramas, dr. Muhammad Saiful, Sp.B, Subsp. Onk (K).

Gubernur Andi Sumangerukka mengatakan, kunjungan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Ia ingin memastikan seluruh fasilitas RSUD Bahteramas berfungsi optimal, terlebih dengan curah hujan tinggi yang berpotensi menyebabkan kebocoran di sejumlah bangunan.

“Saya datang ke sini untuk melihat kondisi terakhir rumah sakit. Saat ini musim hujan, dan ternyata ada fasilitas yang mengalami kebocoran akibat perencanaan bangunan yang kurang komprehensif di masa lalu. Ini harus segera ditangani,” tegas Andi Sumangerukka.

Gubernur memerintahkan dinas terkait agar segera melakukan perbaikan dan memastikan seluruh fasilitas kembali berfungsi dalam waktu dekat.

“Saya minta minggu depan sudah ada tindakan nyata. Tidak boleh ditunda lagi,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur Andi Sumangerukka juga menyambut baik penyerahan alat MRI dari Kemenkes yang menjadi fasilitas pertama di Sulawesi Tenggara.

“Alat MRI ini adalah yang pertama di Sultra. Masyarakat kini tidak perlu lagi ke luar daerah untuk mendapatkan layanan pemeriksaan MRI. Kita sudah bisa melayani di sini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, Martin Efendi, mengungkapkan bahwa kebocoran terjadi karena desain atap bangunan yang menggunakan dak beton, sehingga menyebabkan rembesan air.

“Dari hasil tinjauan kami, kebocoran menyebabkan dua ruang operasi dan sekitar 100 kamar rawat inap tidak bisa digunakan. Solusi cepatnya adalah mengganti atap beton dengan atap limas agar lebih mudah dalam pemeliharaan,” terangnya.

Efendi menambahkan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Bappeda dan BPKAD untuk segera menyiapkan anggaran perbaikan sesuai instruksi Gubernur.

Di sisi lain, Plt Direktur RSUD Bahteramas, dr. Muhammad Saiful, mengapresiasi perhatian Gubernur terhadap kondisi rumah sakit.

“Perhatian beliau luar biasa. Hampir seluruh infrastruktur rumah sakit rusak akibat kebocoran atap. Kami sudah atasi sebagian masalah seperti sumber air dengan membangun 10 sumur bor, tetapi perbaikan atap memerlukan dukungan Pemprov,” jelasnya.

Terkait alat MRI, dr. Saiful menjelaskan bahwa alat tersebut memiliki kemampuan deteksi yang lebih canggih dibanding CT scan.

“Kalau CT scan sulit mendeteksi jaringan lunak, MRI bisa menampilkan gambaran yang lebih detail, termasuk kedalaman tumor dan struktur jaringan. Ini sangat membantu diagnosa dokter,” paparnya.

Dengan penyerahan alat MRI dan rencana perbaikan besar-besaran terhadap infrastruktur, RSUD Bahteramas diharapkan segera kembali memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. (sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;