MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada sub sektor perkebunan dan hortikultura sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan. Di bawah kepemimpinan Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, S.E., M.M., pembangunan sektor pertanian khususnya perkebunan dan hortikultura mengalami pembenahan menyeluruh sejak awal masa kepemimpinan yang dimulai Februari 2025.
Pengembangan sub sektor ini diarahkan pada peningkatan produksi, kualitas, dan daya saing komoditas melalui penggunaan benih unggul, penerapan Good Agricultural Practices (GAP), digitalisasi layanan, penguatan kemitraan petani–pengusaha, hingga diversifikasi produk untuk mendorong nilai tambah.
Kebijakan strategis Gubernur Sultra tersebut ditindaklanjuti secara konkret oleh Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sultra di bawah kepemimpinan Dr. L.M. Rusdin Jaya, S.IP., M.Si., melalui berbagai program terintegrasi di lapangan.
Kinerja Sub Sektor Perkebunan
Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Provinsi Sultra mencatat peningkatan dan perluasan areal tanaman perkebunan seluas 1.700 hektare.
“Komoditas kakao menjadi fokus utama dengan pengembangan seluas 1.000 hektare yang tersebar di lima kabupaten, yakni Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe, Kolaka Utara, dan Bombana. Total bantuan benih kakao yang disalurkan mencapai 1 juta benih atau masing-masing kabupaten menerima sekitar 200 ribu pohon,” kata Rusdin, Rabu (31/12/2025).
Selain kakao, pengembangan komoditas lada dilakukan di Kabupaten Konawe seluas 200 hektare dengan bantuan sebanyak 160 ribu pohon. Sementara itu, komoditas pala dikembangkan seluas 500 hektare di Kabupaten Buton (200 hektare) dan Kolaka Utara (300 hektare), dengan total bantuan 50 ribu pohon.
“Apabila budidaya dan pendampingan dilakukan secara optimal, pengembangan ini diproyeksikan mampu meningkatkan produksi sub sektor perkebunan Sultra hingga 55 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya.
Tak hanya itu, Pemprov Sultra juga menyalurkan bantuan mesin dan kelengkapan pengolahan sagu sebanyak 183 item untuk lahan seluas 30 hektare di Kecamatan Meluhu dan Anggalomoare, Kabupaten Konawe. Program ekstensifikasi dan intensifikasi berupa bibit, pupuk, dan pestisida juga diberikan untuk lahan seluas 50 hektare di Kabupaten Konawe, Kolaka Timur, dan Konawe Selatan, serta peremajaan kelapa sawit seluas 50,4 hektare di Kabupaten Konawe, Kolaka, dan Konawe Utara.
Kinerja Sub Sektor Hortikultura
Pada sub sektor hortikultura, peningkatan dan perluasan areal tanam sepanjang 2025 mencapai 223 hektare.
Pengembangan bawang merah dilakukan di Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, seluas 5 hektare dengan bantuan 415 saset benih. Komoditas cabai rawit dikembangkan seluas 33 hektare di empat kecamatan di Konawe Selatan dengan bantuan 400 saset benih.
Sementara itu, cabai keriting dikembangkan di Kabupaten Konawe Selatan, Kolaka, Kolaka Timur, Konawe, dan Kota Kendari seluas 108 hektare, dengan bantuan 743 saset benih. Untuk komoditas buah, alpukat varietas cempedak dikembangkan seluas 41 hektare di Kota Kendari dan Kabupaten Muna dengan bantuan 4.166 pohon, serta mangga varietas arumanis seluas 36 hektare di Kolaka Timur, Kota Kendari, dan Konawe Utara dengan bantuan 3.671 pohon.
“Dengan pendampingan budidaya yang berkelanjutan, produksi hortikultura Sultra diproyeksikan meningkat hingga 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Sarana dan Prasarana Pertanian
Dalam mendukung peningkatan produksi dan produktivitas, Pemprov Sultra menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada 40 kelompok tani dengan cakupan lahan mencapai 474 hektare.
Bantuan tersebut meliputi pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 20 ton, herbisida 1.438 liter, hand sprayer 106 unit, mulsa plastik 30 roll, pemotong rumput 23 unit, serta cultivator 17 unit.
Konawe Selatan tercatat sebagai penerima terbesar sarana produksi, mencakup lahan seluas 188,75 hektare. Kolaka Utara menjadi penerima terbesar bantuan mekanisasi, sementara cultivator didistribusikan merata di Konawe, Buton, Bombana, dan Kolaka Utara.
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Di bidang pengembangan SDM, Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra meluncurkan inovasi Sistem Informasi Manajemen Perkebunan dan Hortikultura (SIMBUNHORTI) sebagai upaya digitalisasi layanan publik bagi masyarakat dan pelaku usaha sektor perkebunan dan hortikultura.
Selain itu, bimbingan teknis dan identifikasi kelompok tani juga dilaksanakan di sejumlah kabupaten, antara lain Kolaka, Kolaka Utara, Bombana, Kolaka Timur, Konawe, dan Konawe Selatan, guna memetakan permasalahan dan kendala yang dihadapi petani di lapangan.
Prospek 2026
Berdasarkan capaian tersebut, sub sektor perkebunan dan hortikultura Sultra sepanjang tahun 2025 dinilai mengalami peningkatan yang signifikan dan memiliki potensi untuk berkembang lebih optimal pada tahun 2026, baik dari sisi perluasan areal tanam, peningkatan produksi, maupun produktivitas.
“Kaleidoskop kinerja ini menjadi refleksi sekaligus pijakan bagi Pemerintah Provinsi Sultra dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka,” tutup Rusdin. (sal)












