Daerah

Kemenag Kendari Gencarkan Edukasi Cegah Pernikahan Dini, Remaja Diminta Fokus Siapkan Masa Depan

×

Kemenag Kendari Gencarkan Edukasi Cegah Pernikahan Dini, Remaja Diminta Fokus Siapkan Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Kepala Kantor Kemenag Kendari Hj. Marni (tengah), didampingi Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kendari, Marwijid (kiri) dan Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kendari, Budi Permana (kanan). (Dok. Mediatamasultra.com)
Kepala Kantor Kemenag Kendari Hj. Marni (tengah), didampingi Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kendari, Marwijid (kiri) dan Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kendari, Budi Permana (kanan). (Dok. Mediatamasultra.com)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari terus menggencarkan edukasi kepada kalangan remaja sebagai upaya mencegah pernikahan usia dini. Melalui berbagai program pembinaan di sekolah dan madrasah, Kemenag mengajak generasi muda untuk lebih fokus mempersiapkan masa depan sebelum memutuskan membangun rumah tangga.

Kepala Kantor Kemenag Kota Kendari, Hj. Marni, mengatakan pencegahan pernikahan usia dini merupakan salah satu program prioritas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam yang dilaksanakan hingga tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Di Kota Kendari, program tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang menyasar pelajar di sekolah umum maupun madrasah. Sosialisasi telah dilaksanakan di berbagai satuan pendidikan, di antaranya SMA Negeri 6 Kendari, sekolah kejuruan, hingga madrasah.

“Kami terus memberikan edukasi kepada anak-anak agar mampu merencanakan masa depannya dengan baik, termasuk memahami risiko menikah pada usia yang terlalu muda,” ujar Marni saat ditemui di kantornya, Selasa (28/7/2026).

Marni menjelaskan, pemerintah telah menetapkan batas minimal usia perkawinan menjadi 19 tahun bagi laki-laki maupun perempuan melalui perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Kebijakan tersebut bertujuan memberikan kesempatan kepada generasi muda agar lebih siap secara fisik, mental, dan sosial sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

Menurutnya, pernikahan yang dilakukan saat kondisi kesehatan reproduksi belum matang maupun kesiapan ekonomi yang belum memadai berpotensi menimbulkan berbagai persoalan di kemudian hari. Karena itu, Kemenag terus mengingatkan para remaja agar tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk menikah.

Marni menegaskan, bekal terpenting yang harus dimiliki generasi muda sebelum memasuki jenjang pernikahan adalah tiga kecerdasan, yakni kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual.

“Kalau tiga kecerdasan ini dimiliki, insyaallah anak-anak tidak akan mudah tergerus oleh perkembangan zaman. Mereka akan menjadi generasi yang hebat karena sudah mempersiapkan masa depannya dengan baik,” katanya.

Ia menambahkan, edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045. Menurutnya, generasi muda tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kematangan emosional serta nilai-nilai spiritual yang kuat sebagai bekal menjalani kehidupan.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Kendari, Marwijid, mengatakan Kementerian Agama secara nasional telah memiliki sejumlah program untuk menekan angka pernikahan usia dini. Selain BRUS, Kemenag juga rutin menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin sebagai bekal sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.

“Kebijakan Kementerian Agama sudah jelas. Ada program BRUS untuk remaja dan bimbingan perkawinan bagi setiap calon pengantin. Semua ini bertujuan agar masyarakat lebih siap membangun keluarga yang berkualitas,” ujarnya.

Marwijid mengimbau para remaja agar tidak tergesa-gesa menikah karena masih banyak hal yang perlu dipersiapkan, mulai dari kesehatan fisik dan mental hingga kesiapan ekonomi. Menurutnya, keputusan menikah pada usia yang belum matang dapat menghambat pendidikan maupun pencapaian cita-cita.

“Kami mengajak generasi muda untuk fokus mempersiapkan diri dan meraih masa depan. Jangan terburu-buru berpikir tentang pernikahan dini, karena masih banyak tahapan yang harus dipersiapkan agar nantinya dapat membangun keluarga yang harmonis dan sukses,” pungkasnya. (sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!