MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap satu orang yang diduga melompat dari Jembatan Teluk Kendari pada Minggu 1/6) malam akhirnya resmi ditutup. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari, Amiruddin A.S, mengonfirmasi bahwa korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Selasa (3/6) pagi.
Tim SAR Gabungan menerima laporan dari warga pada pukul 06.25 WITA terkait penemuan sesosok mayat yang mengapung di area gerbang Toronipa, sekitar 609 meter dari lokasi kejadian ke arah timur-timur laut. Lima menit kemudian, pukul 06.30 WITA, jenazah berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka.
“Dengan telah dievakuasinya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat telah dikembalikan ke satuan masing-masing,” ujar Amiruddin A.S dalam keterangan tertulis.
Korban diketahui bernama Muh Agil Ismail, laki-laki berusia 22 tahun, warga Kelurahan Dapu-Dapura, Kecamatan Kendari Barat.
Unsur yang terlibat dalam operasi SAR ini antara lain: Staf Operasi dan Rescuer KPP Kendari, ABK KN SAR Pacitan, Direktorat Polair Polda Sultra dan Mabes Polair, Lanal Kendari, KSOP Kendari, KP3 Kendari, Kantor Monitoring SHMS PUPR, IEA Sultra, PMI Kendari dan keluarga korban. (**)












