MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR) bersama Wakil Gubernur Hugua genap satu tahun memimpin Provinsi Sulawesi Tenggara sejak dilantik Presiden RI, Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025. Dalam kurun waktu tersebut, berbagai capaian pembangunan berhasil direalisasikan di sejumlah sektor strategis, mulai dari infrastruktur, pertanian, tanaman pangan hingga pendidikan.
Infrastruktur Melalui Program JAMAAH
Di sektor infrastruktur, pasangan ASR–Hugua menjalankan Program JAMAAH (Jalan Mulus Antar Wilayah). Sepanjang 2025, sejumlah ruas jalan berhasil direkonstruksi dan ditingkatkan, di antaranya:
• Rekonstruksi Jalan Motaha–Alangga di Kabupaten Konawe Selatan sepanjang 0,86 kilometer.
• Peningkatan Jalan Lambale–Ereke di Kabupaten Buton Utara sepanjang 1,2 kilometer.
• Peningkatan Jalan Poli-Polia–Batas Kabupaten Konawe Selatan sepanjang 10,508 kilometer.
• Peningkatan Jalan Ronta–Lambale Buton Utara sepanjang 3,62 kilometer.
• Peningkatan Jalan SP 3 Bubu–Ronta Buton Utara sepanjang 11,78 kilometer.
• Rehabilitasi Jalan Alangga–Tinanggea Konawe Selatan sepanjang 2,16 kilometer.
• Rehabilitasi Jalan Brigjen Katamso sepanjang 2,46 km dan Jalan Pramuka di Kota Kendari.
• Rehabilitasi Jalan Batas Kota Kendari–Punggaluku di wilayah Konawe Selatan sepanjang 1,896 km.
Selain jalan, Pemprov Sultra juga menyelesaikan penanganan longsoran di ruas Konawe–Belalo (Segmen I dan II) di Konawe Utara, pembangunan pengaman pantai dan tanggul di Buton Selatan, normalisasi Sungai Lasembangi di Buton, serta rehabilitasi jaringan irigasi di Konawe dan Kolaka.
Di bidang Cipta Karya, sejumlah proyek strategis juga rampung, seperti pembangunan Kantor Samsat Bapenda Sultra di Muna Barat, rehabilitasi Gedung MTQ dan penataan Kawasan MTQ di Kendari, pembangunan Lapak UMKM, pedestrian, hingga optimalisasi SPAM di Kendari, Baubau dan Kolaka Utara.
Tak hanya itu, pembangunan sarana prasarana Polda Sultra, Kejati Sultra, Korem 143/HO, Lanud Halu Oleo, gedung BKD Sultra, hingga tempat pelelangan ikan turut menjadi bagian dari agenda pembangunan tahun pertama.
Perumahan dan Permukiman
Pemprov Sultra juga menjalankan Program Peningkatan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) di 16 kabupaten/kota. Selain itu, terdapat Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 200 unit di 13 kabupaten/kota serta rehabilitasi rumah korban bencana di Kolaka Timur yang mencakup 178 rumah warga, dua rumah ibadah dan satu pura.
Pertanian dan Tanaman Pangan
Di sektor pertanian dan peternakan, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari APBD Tahun Anggaran 2025 sebanyak 1.396 unit disalurkan ke 14 kabupaten/kota. Sementara bantuan alsintan dari satuan kerja pusat mencapai 1.285 unit yang tersebar di 17 kabupaten/kota.
Untuk tanaman pangan, Pemprov Sultra menyalurkan bantuan benih padi inbrida APBN seluas 13.550 hektare (338.750 kg), bantuan padi lahan kering seluas 2.151 hektare, serta bantuan benih jagung reguler dan intensifikasi ribuan hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Selain itu, terdapat bantuan benih padi inbrida melalui APBD seluas 520 hektare di Konawe, Kolaka, Kolaka Timur dan Bombana.
Pendidikan dan Beasiswa
Di sektor pendidikan, capaian pembangunan meliputi bantuan pengadaan sarana prasarana SMA, SMK dan SLB, mulai dari mobiler ruang kelas, smartboard interaktif, komputer, laboratorium IPA, peralatan praktik kejuruan hingga perlengkapan marching band.
Pemprov Sultra juga menyalurkan beasiswa siswa miskin untuk 1.700 siswa SMA, 1.700 siswa SMK, dan 100 siswa SLB masing-masing Rp1 juta per siswa. Selain itu, beasiswa berprestasi internasional diberikan kepada 10 siswa sebesar Rp10 juta per orang dan 160 siswa sebesar Rp2,5 juta per orang.
Program Sekolah Unggul Garuda yang merupakan bagian dari program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto juga mulai dibangun di Desa Lebo Jaya, Konawe Selatan, di atas lahan sekitar 20 hektare. Sekolah tersebut ditargetkan mulai menerima siswa pada Juli 2026 dengan dukungan 60 master teacher.
Sementara itu, Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 70 Kendari yang berlokasi di BPVP Kendari telah beroperasi sejak 29 September 2025 dengan sistem boarding school dan melayani 96 siswa jenjang SD dan SMA.
Untuk pengembangan sarana prasarana pendidikan melalui revitalisasi APBN 2025, tercatat 95 unit rehabilitasi SMA, dua unit SMA baru, 25 unit SMK dan 10 unit SLB di Sulawesi Tenggara.
Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Andi Sumangerukka dan Hugua menegaskan komitmen melanjutkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan demi mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, sejahtera dan berdaya saing. (sal)












