MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar asal Sulawesi Tenggara di kancah nasional. Siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kendari berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional 2026 melalui kompetisi POSI Creation 2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan POSI.
Kepala SMAN 1 Kendari, Ruslan, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian tersebut. Ia menjelaskan, perjuangan menuju podium juara tidaklah mudah. Pada tahap awal, sekolah mengirimkan tiga tim untuk berkompetisi, dan seluruhnya berhasil menembus babak 16 besar nasional.
“Alhamdulillah, dari 16 besar tersebut, satu tim kami berhasil melaju ke babak final dan meraih Juara 2 tingkat nasional,” ujar Ruslan saat ditemui, Kamis (26/2/2026).
Kolaborasi Lintas Disiplin Ilmu
Ruslan menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil pembinaan intensif serta kolaborasi guru dari berbagai bidang studi. Berbeda dengan lomba sains konvensional, karya tulis ilmiah menuntut integrasi lintas disiplin ilmu.
“Pembinaan melibatkan guru Matematika, IPA, Ilmu Sosial, hingga Humaniora. Dalam perkembangan sains saat ini, tidak bisa hanya bertumpu pada satu mata pelajaran saja,” jelasnya.
Ia berharap prestasi ini menjadi motivasi awal bagi para siswa untuk terus mengembangkan potensi akademik hingga jenjang pendidikan tinggi.
“Ini baru langkah awal. Jangan cepat berpuas diri. Teruslah berprestasi di masa depan,” pesannya.
Inovasi Pemodelan Matematika di Bidang Kesehatan
Tim peraih Juara 2 tingkat nasional beranggotakan Khalila Alifya Machlil (XI B1) dan Srih Wahyuni (XI D) dengan pembina Zulfaidil, S.Pd., Gr., M.Si.
Mereka mengusung karya berjudul: “Bistabilitas Dinamika Bakteri di Bawah Terapi Antibiotik: Pemodelan Mekanistik, Analisis Bifurkasi, dan Implikasi Minimum Inhibitory Concentration (MIC)”.
Penelitian tersebut memadukan biologi dan matematika untuk mengkaji instabilitas dinamika bakteri terhadap terapi antibiotik.
Khalila menjelaskan, fokus penelitian mereka adalah menganalisis interaksi antara bakteri dan antibiotik melalui pendekatan matematis.
“Kami melakukan inovasi pada pemodelan mekanistik, analisis bifurkasi, serta implikasi Minimum Inhibitory Concentration (MIC),” ujarnya.
Sementara itu, Srih Wahyuni menambahkan bahwa pendekatan matematika penting untuk memahami dinamika penekanan populasi bakteri yang selama ini belum banyak dianalisis secara detail.
“Melalui analisis bifurkasi, kami dapat memprediksi titik waktu ketika populasi bakteri mulai menurun akibat pemberian antibiotik,” jelasnya.
Proses penyusunan karya tulis tersebut berlangsung sekitar dua bulan, dimulai dari studi literatur mendalam hingga visualisasi data dalam bentuk diagram bifurkasi. Tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah keterbatasan akses data.
“Kami harus bekerja ekstra untuk menyusun data agar dapat divisualisasikan secara akurat,” tambah Srih.
Dua Tim Lain Tembus Top 16 Nasional
Selain tim peraih Juara 2, dua tim lain dari SMAN 1 Kendari juga berhasil menembus babak Grand Final (Top 16) nasional.
Tim pertama mengangkat judul:
“Pemodelan Nonlinier Respons Cahaya terhadap Aktivitas Antioksidan Phyllanthus niruri L. Berbasis Kurva Hill dan Uji DPPH”, yang disusun oleh Fiore Dominique Meitri Hexan (XI D) dan Angeliique Chaterine Daniel (XI B1), dengan pembina Wa Ode Tuti Asndari, S.Si., Gr.
Tim kedua mengangkat judul:
“Dari Kebutuhan Menuju Gengsi: Peran Media Digital dalam Normalisasi Budaya Konsumtif di Masyarakat Perkotaan”, yang disusun oleh La Ode Muhammad Syafrie Palaido (X O) dan Muhammad Teguh (X A), dengan pembina Salis Rahmania, S.Pd., Gr.
Prestasi ini menegaskan komitmen SMAN 1 Kendari dalam menjaga tradisi akademik dan mendorong lahirnya riset-riset ilmiah berkualitas dari kalangan pelajar. (sal)












