MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Hingga saat ini, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) masih bebas dari kasus cacar monyet (Monkeypox). Informasi ini telah dikonfirmasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sultra, yang menyatakan bahwa belum ada laporan resmi mengenai kasus cacar monyet di wilayah tersebut.
Sejak merebaknya kasus cacar monyet di beberapa daerah di Indonesia, perhatian masyarakat dan pemerintah daerah di Sultra pun meningkat. Dinas Kesehatan setempat telah memperketat pengawasan dan melakukan berbagai langkah pencegahan guna memastikan penyakit tersebut tidak masuk ke wilayah ini.
Kepala Dinkes Sultra, Hj. Usniah menyatakan bahwa saat ini belum ada laporan kasus cacar monyet di wilayah Bumi Anoa. Namun untuk mencegah adanya kasus diwilayah ini, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya cacar monyet serta cara-cara pencegahan yang dapat dilakukan.
“Saat ini belum ada kasus di Sultra. Kami berharap wilayah ini tetap aman. Bahkan sejauh ini kita sudah siapkan langlah-langkah untuk mencegah virus tersebut masuk ke Sultra,” terang Usnia.
Dikatakan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, baru terdapat 6 Provinsi yang terkonfirmasi cacar monyet. Keenamnya yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Kepulauan Riau, Jawa Timur dan Daeeah Istimewa Yogyakarta dengan keseluruhan total kasus sekira 88 terkonfirmasi. Namun dari data yang ada, semua sudah dinyatakan sehat.
Dalam upaya pencegahan, Dinas Kesehatan Sultra telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap orang-orang yang baru saja melakukan perjalanan dari daerah-daerah yang telah melaporkan adanya kasus cacar monyet. Selain itu, tenaga medis di seluruh fasilitas kesehatan di Sultra telah dilatih untuk mengenali gejala cacar monyet dan mengambil langkah-langkah penanganan yang tepat.
“Meskipun sampai saat ini belum ada kasus, kita harus tetap waspada. Kita tidak boleh lengah dalam menghadapi ancaman kesehatan seperti ini,” ungkapnya.
Di sisi lain, masyarakat juga dihimbau untuk tetap tenang namun waspada. Dinas Kesehatan meminta masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta segera melaporkan kepada petugas kesehatan jika ada anggota keluarga atau tetangga yang mengalami gejala yang mencurigakan.
Dijelaskan, cacar monyet merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui kontak dekat dengan hewan yang terinfeksi, terutama hewan pengerat dan primata. Penyakit ini juga dapat menular antar manusia melalui cairan tubuh, luka terbuka, atau kontak langsung dengan penderita. Gejala cacar monyet meliputi demam, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, dan munculnya ruam atau lesi kulit yang sangat mirip dengan cacar.
“Pemerintah Provinsi Sultra, melalui Dinas Kesehatan, terus melakukan pemantauan ketat terhadap situasi ini dan siap mengambil tindakan cepat jika ditemukan kasus cacar monyet. Kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan Sulawesi Tenggara tetap bebas dari cacar monyet dan penyakit menular lainnya,” pungkasnya. (**)












