MEDIATAMASULTRA.COM, DEPOK – Tiara Mayang Pratiwi Lio, putri sulung Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., resmi mengikuti prosesi wisuda di Universitas Indonesia pada Sabtu (14/2/2026).
Wisuda ini menjadi penegasan atas keberhasilannya meraih gelar Doktor Ilmu Biomedik dari Fakultas Kedokteran UI (FKUI), setelah sebelumnya lulus dengan IPK 3,9 dalam Ujian Terbuka yang digelar di Auditorium IMERI FKUI pada Selasa, 25 November 2025.
Prestasi tersebut menjadikan Tiara sebagai perempuan pertama asal Sulawesi Tenggara yang meraih gelar Doktor Ilmu Biomedik dari FKUI, salah satu pusat riset kesehatan bergengsi di Indonesia.
Dalam disertasinya yang berjudul: “Hubungan Rasio Albumin/Globulin, Insulin-Like Growth Factor-1, dan Sitokin dengan Pertumbuhan Tulang pada Anak Stunting di Daerah Endemik Parasit Usus di Pesisir Sulawesi Tenggara,” Tiara mengangkat isu kesehatan publik yang sangat relevan dengan daerah asalnya, yakni persoalan stunting pada anak-anak pesisir Sulawesi Tenggara.
Penelitian tersebut menelusuri keterkaitan antara status gizi (rasio albumin/globulin), hormon pertumbuhan (IGF-1), serta respons imun (sitokin) terhadap pertumbuhan tulang anak stunting di wilayah endemik parasit usus.
Kajian ini diharapkan dapat menjadi landasan ilmiah dalam penyusunan kebijakan kesehatan berbasis bukti, khususnya dalam intervensi gizi dan imunologis di wilayah pesisir yang rentan.
“Bagi saya, riset ini bukan sekadar tuntutan akademik. Ini bentuk kepedulian terhadap anak-anak di kampung halaman saya,” ujar Tiara.
Pada prosesi wisuda di Balairung UI, Tiara turut didampingi oleh ayahnya, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., serta ibunda tercinta, Dra. Hj. Wa Ode Munanah. Kehadiran keduanya menjadi simbol dukungan moral dan doa yang mengiringi perjalanan akademik Tiara hingga mencapai gelar doktor.
Asrun Lio menyampaikan rasa bangga dan haru atas pencapaian putrinya.
“Ini bukan hanya kebanggaan keluarga, tetapi juga kebanggaan Sulawesi Tenggara. Jika hasil penelitiannya dapat dikembangkan lebih lanjut, tentu akan memberi dampak nyata bagi kebijakan kesehatan daerah,” ujarnya.
Ia juga berharap semakin banyak generasi muda Sultra yang terjun ke dunia riset dan pendidikan tinggi.
“Riset akademik harus terhubung dengan masyarakat. Saya bangga Tiara memilih jalur itu,” tuturnya.
Momentum wisuda ini bukan hanya seremoni akademik, tetapi juga simbol bahwa generasi muda Sulawesi Tenggara mampu bersaing di universitas tinggi negeri nasional dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang kesehatan masyarakat.
Keberhasilan Tiara Mayang Pratiwi Lio diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda, terutama perempuan, untuk terus menempuh pendidikan setinggi mungkin dan membawa manfaat nyata bagi keluarga, daerah, dan bangsa. (red)












