MEDIATAMASULTRA.COM, KOLAKA – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Kendari menyatakan Operasi Search and Rescue (SAR) terhadap kecelakaan kapal berupa satu unit longboat/sampan yang membawa tiga orang anak di perairan Desa Onehe, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, resmi ditutup setelah seluruh korban ditemukan dalam keadaan selamat.
Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, mengungkapkan bahwa ketiga korban berhasil ditemukan pada Selasa malam, 13 Januari 2026, sekitar pukul 22.50 Wita. Para korban ditemukan sejauh kurang lebih 760 meter dari Last Known Position (LKP).
“Ketiga korban ditemukan dalam kondisi selamat dan langsung dievakuasi ke rumah keluarga masing-masing,” ujar Amiruddin dalam keterangan resminya, Rabu (14/1/2026).
Dengan telah dievakuasinya seluruh korban, operasi SAR kecelakaan kapal terhadap longboat yang hanyut saat digunakan memancing tersebut dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR dikembalikan ke satuan masing-masing.
Berdasarkan data yang diterima, kondisi cuaca saat operasi berlangsung terpantau berawan dengan potensi hujan ringan, kecepatan angin sekitar 2 km/jam dari arah timur, serta tinggi gelombang mencapai 0,5 meter, sesuai informasi dari BMKG.
Adapun identitas ketiga korban yakni:
Sofyan (12), laki-laki
Damar (12), laki-laki
Salwa (11), laki-laki
Ketiganya merupakan warga Desa Onehe, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka.
Dalam operasi SAR tersebut, sejumlah unsur turut terlibat, di antaranya Staf Operasi KPP Kendari, Pos SAR Kolaka, Polair Polres Kolaka, Polsek Watubangga, SAR USN Kolaka, masyarakat sekitar, serta keluarga korban.
Sementara itu, peralatan yang digunakan meliputi rescue car, rubber boat, longboat, aquaeye, peralatan SAR evakuasi dan medis, perangkat komunikasi, serta peralatan pendukung keselamatan lainnya.
Kronologis kejadian bermula pada Selasa, 13 Januari 2026 sekitar pukul 13.00 Wita, ketika ketiga anak tersebut pergi memancing menggunakan longboat di sekitar perairan Desa Onehe. Mereka terakhir terlihat sekitar pukul 15.00 Wita dalam posisi semakin menjauh dari bibir pantai. Hingga sore hari para korban tidak kunjung kembali, sehingga keluarga bersama masyarakat setempat melakukan pencarian, namun belum membuahkan hasil hingga laporan diterima oleh Basarnas. (red)












