MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka bersama Wakil Gubernur Hugua resmi dilantik oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Jakarta, Kamis (20/2). Usai dilantik, keduanya memimpin rapat koordinasi (Rakor) secara virtual yang diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra. Rakor tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio.
Dalam sambutannya, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Sultra atas kepercayaan yang diberikan, serta menyampaikan harapan agar kepemimpinannya dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan daerah.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih pada seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara yang telah memberikan kepercayaan kepada saya dan Wakil Gubernur untuk memimpin Sultra selama lima tahun ke depan. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kesehatan kepada kita semua,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka, yang disaksikan secara virtual.
Gubernur juga mengingatkan agar semua instansi pemerintah dapat segera menyesuaikan diri dengan perubahan administrasi yang terjadi, dengan tujuan untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat dan memajukan daerah.
“Oleh karena itu pada kesempatan yang baik ini saya menghimbau semua instansi provinsi Sulawesi Tenggara untuk dapat menyesuaikan perubahan administrasi yang ada. Dengan adanya pergantian ini tolong kepada semua stakeholder yang ada agar segera menyesuaikan. Mari kita sambut perubahan ini untuk melayani masyarakat dan membuat sulawesi tenggara semakin maju,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut ia menegaskan sesuai dengan instruksi pemerintah pusat, yakni untuk pemerintah daerah fokus pada tiga sektor utama pelayanan publik, yakni bidang pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan.
“Tetapi buka berarti bahwa yang lain tidak. Jadi karena itu bagian fokus dari pemerintah pusat agar seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan dinas terkait, agar tiga tadi mohon menjadi atensi. Kita fokus pada pelayanan publik,” ujarnya.
Selain itu, Gubernur juga menekankan pentingnya efisiensi dalam pengelolaan anggaran, sesuai dengan instruksi Presiden. Sebab provinsi bagian dari pemerintah pusat, maka wajib mendukung kebijakan dari pemerintah pusat.
“Saya perlu tegaskan dan saya ingatkan bahwa efisiensi itu tidak dimaknai dengan hal-hal yang lain. Artinya kita tidak melakukan pengurangan gaji dan ini sesuai dengan instruksi dan penekanan dari Bapak Presiden dan juga tidak melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja) kepada para pekerja kontrak serta tidak boleh mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengingatkan agar seluruh jajaran pemerintahan tetap bekerja dengan baik.
“Fungsi pemerintahan harus terus berjalan terutama pelayanan publik harus cepat dan responsif,” ungkapnya.
Gubernur Andi Sumangerukka juga mengungkapkan bahwa setelah pelantikan, dirinya akan mengikuti kegiatan retreat selama delapan hari dan memberikan mandat kepada Wakil Gubernur Hugua untuk memimpin jalannya pemerintahan.
“Maka saya menugaskan dan memberikan mandat kepada Pak Hugua yang memimpin bersama-sama dengan Pak Sekda dan para kepala dinas untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak menganggu pelayanan publik selama saya melakukan kegiatan retreat delapan hari,” paparnya. (**)












