MEDIATAMASULTRA.COM, BAUBAU – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua, menegaskan pentingnya membangun ekosistem pariwisata yang matang di Kota Baubau guna mendorong kemajuan sektor wisata di kawasan Kepulauan Buton.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri audiensi bersama Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), serta para pelaku industri pariwisata di Kota Baubau, pada Sabtu malam (9/8), di Hotel Zenith Baubau.
Dalam pernyataannya, Wagub menyebut bahwa infrastruktur bukanlah hambatan utama bagi kemajuan pariwisata Baubau. Justru, kemudahan akses transportasi udara menjadi momentum penting yang harus dimanfaatkan secara maksimal.
“Saat ini cara masuk ke Baubau sudah jauh lebih mudah dan murah. Maskapai dengan pesawat berbadan legal sudah melayani rute ini dengan harga tiket yang lebih terjangkau, sekitar satu jutaan ke bawah. Ini merupakan modal awal yang selama ini kita harapkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hugua menekankan bahwa Baubau memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang kuat. Sebagai kota berperadaban sejak abad ke-18, keberadaan Keraton Buton menjadi warisan tak ternilai yang tidak dapat diciptakan kembali.
“Keraton Buton adalah simbol dan kekayaan budaya yang menjadi identitas Kota Baubau sebagai bagian dari Kepulauan Buton. Kemajuan kota ini akan menjadi tolok ukur (palumeter) bagi kemajuan seluruh kawasan kepulauan,” jelasnya.
Menurut Hugua, posisi strategis Baubau sebagai pusat (ekasentrum) perkembangan regional menjadikannya kunci dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di wilayah sekitarnya. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Kota Baubau, pemerintah kabupaten di Kepulauan Buton, serta pelaku usaha untuk menjadikan kawasan ini sebagai destinasi unggulan.
Ia juga menekankan pentingnya membentuk ekosistem pariwisata yang solid dan berkelanjutan, yang melibatkan semua unsur – mulai dari pelaku usaha, pengelola destinasi, masyarakat, hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
“Tidak cukup hanya menyiapkan SDM atau membangun infrastruktur tanpa mendatangkan wisatawan. Kalau turis tidak datang, pelatihan yang diberikan tidak akan bermanfaat, hotel yang dibangun tidak terpakai, dan fasilitas yang ada tidak dimanfaatkan. Kuncinya adalah kebersamaan dalam membangun,” tegas Hugua.
Lebih dari itu, Wagub juga menyoroti perlunya dialog berkelanjutan antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah untuk menyamakan visi dan strategi dalam pengembangan sektor pariwisata. Keberhasilan pembangunan pariwisata, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh sinergi semua pihak.
Audiensi ini menjadi wadah diskusi strategis antara pemerintah daerah dan para pelaku industri pariwisata untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam pengembangan destinasi wisata di Baubau, yang diharapkan dapat menjadi lokomotif pertumbuhan pariwisata di seluruh Kepulauan Buton. (red)












