Beranda

Wagub Sultra Temui Perwakilan Dagang Rusia, Bahas Potensi Kerja Sama Pembangunan PLTN

×

Wagub Sultra Temui Perwakilan Dagang Rusia, Bahas Potensi Kerja Sama Pembangunan PLTN

Sebarkan artikel ini

MEDIATAMASULTRA.COM, JAKARTA – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua, melakukan pertemuan dengan Kantor Perwakilan Dagang Rusia sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dengan Duta Besar Rusia di Jakarta, Rabu (16/4). Pertemuan ini dimaksudkan untuk mempererat hubungan kerja sama antara Rusia dan Indonesia, khususnya di sektor energi nuklir.

Dalam agenda tersebut, Kepala Kantor Perwakilan Dagang Rusia, Alexander Masaltev, memfasilitasi pertemuan antara Wagub Sultra dan perwakilan Rosatom Corp, perusahaan milik negara Rusia yang bergerak di bidang industri nuklir. Hadir pula dalam pertemuan itu, Dr. Ir. Musri, MT, anggota Dewan Energi Nasional.

Rosatom, yang diwakili oleh Anna Belokoneva selaku Head of Representative Office in Indonesia, memaparkan profil perusahaan yang merupakan vendor terbesar di dunia dalam industri pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

“Rosatom tidak hanya fokus pada pengembangan Nuclear Power Plant, tetapi juga pendidikan dan teknologi untuk memperkuat kapasitas SDM di bidang nuklir,” ujarnya.

Dalam paparannya, Rosatom menawarkan kerja sama kepada pemerintah Indonesia dalam pengembangan PLTN. Selain proyek pembangkit listrik, Rosatom juga berkomitmen untuk terlibat dalam pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, dan teknologi, terutama jika Sulawesi Tenggara dipilih sebagai lokasi pembangunan PLTN.

Dr. Ir. Musri, MT dari Dewan Energi Nasional menyatakan bahwa PLTN merupakan solusi terbaik untuk menjawab tantangan energi terbarukan dan krisis energi yang mungkin terjadi. Menurutnya, Sulawesi Tenggara merupakan salah satu wilayah potensial berdasarkan hasil riset BRIN yang menunjukkan kondisi geologis daerah tersebut sangat stabil.

“Sultra sangat cocok untuk menjadi pusat pengembangan PLTN karena kebutuhan listriknya besar, terutama untuk mendukung industri pengolahan nikel dan industri turunannya,” jelas Musri.

Ia juga menegaskan bahwa PLTN terbukti aman dan efisien, sebagaimana telah dikembangkan di negara-negara maju seperti Prancis, Rusia, Amerika Serikat, Jepang, dan China. Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pengembangan PLTN di Indonesia akan sepenuhnya dibiayai oleh pihak Rosatom tanpa membebani APBN maupun APBD.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Sultra Ir. Hugua menyatakan ketertarikannya terhadap peluang kerja sama ini.

“Atas nama Gubernur dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, kami sangat tertarik dengan presentasi dari pihak Rosatom. Ini merupakan peluang besar bagi Sultra untuk menjadi provinsi yang maju, apalagi daerah kami telah dinyatakan strategis dan stabil oleh BRIN untuk pengembangan PLTN,” ujar Hugua.

Ia juga menegaskan akan segera melaporkan hasil pertemuan ini kepada Gubernur untuk ditindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. (**)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!