MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memberikan dukungan terhadap pelatihan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Sultra yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap anak berkebutuhan khusus dan berlangsung di Hotel Sahid Azizah Syariah Kendari pada Rabu (6/8).
Ketua TP PKK Sultra, Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka, diwakili oleh Ketua Bidang 2 pada Kelompok Kerja (Pokja) 2 TP PKK Sultra, Maswaty Madjid, dalam sambutannya, menyampaikan Tim Penggerak PKK sebagai mitra pemerintah memiliki fokus utama pada kesejahteraan keluarga.
“Bagi kami, setiap anak adalah titipan berharga yang harus kita jaga, rawat, dan kita berikan kesempatan terbaik untuk bertumbuh, termasuk anak-anak kita yang berkebutuhan khusus,” kata Maswaty.
Ia menjelaskan bahwa peran TP PKK sangat sejalan dengan kegiatan ini, terutama melalui Pokja II yang mendorong pendidikan karakter serta Pokja IV yang aktif dalam pemantauan tumbuh kembang anak di posyandu. Maswaty menegaskan bahwa sering kali kader PKK menjadi pihak pertama yang mengidentifikasi adanya kebutuhan khusus pada anak.
“Oleh karena itu, kami ingin menawarkan dukungan konkret. Ke depan, Tim Penggerak PKK siap bersinergi dengan bapak dan ibu guru. Kami siap membantu mensosialisasikan pentingnya deteksi dini dan pendidikan inklusif melalui jaringan kami hingga ke tingkat dasawisma. Kader kami juga siap menjadi jembatan komunikasi antara pihak sekolah dengan keluarga di rumah,” tambahnya.
Selain itu, TP PKK juga membuka peluang kolaborasi dalam menyelenggarakan kegiatan parenting dan kelompok dukungan bagi orang tua anak berkebutuhan khusus, dengan mengundang para guru sebagai narasumber ahli.
“Peran guru SLB adalah perpanjangan tangan dari kasih sayang orang tua di rumah. Bapak dan ibu guru bukan hanya pendidik, tetapi juga pahlawan yang dengan sabar membimbing dan membuka potensi tersembunyi dari anak-anak istimewa kita,” ucapnya.
Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka melalui perwakilannya menyampaikan harapan besar terhadap pelatihan ini. Pertama, agar pelatihan ini membangun komunitas guru SLB yang solid. Kedua, ilmu yang diperoleh dapat disebarkan lebih luas. Ketiga, peningkatan kompetensi guru dapat meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus. Terakhir, diharapkan para guru menjadi pelopor pendidikan inklusif yang inovatif. (sal)












