BerandaDaerah

Pemprov Sultra Genjot Perbaikan Irigasi Dukung Swasembada Pangan

×

Pemprov Sultra Genjot Perbaikan Irigasi Dukung Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul (kanan) didampingi Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA), Syukriyanto (kiri) (FOTO: FAYSAL/MS)
Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul (kanan) didampingi Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA), Syukriyanto (kiri) (FOTO: FAYSAL/MS)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga terus melakukan percepatan rehabilitasi jaringan irigasi sebagai bagian dari strategi mendukung swasembada pangan. Langkah ini sejalan dengan program strategis Gubernur Sultra Andi Sumangerukka dan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul, mengungkapkan bahwa provinsi mengelola 12 daerah irigasi yang tersebar di Kabupaten Kolaka, Konawe, Konawe Selatan, Muna Barat, dan Kota Baubau. Total luas lahan irigasi yang menjadi kewenangan provinsi mencapai lebih dari 12.000 hektare, dengan panjang saluran 145 km dan 838 bangunan irigasi.

“Berdasarkan data baseline 2024, kondisi jaringan irigasi yang baik baru mencapai 55,99%, sementara 29,03% mengalami kerusakan sedang, dan 14,98% rusak berat. Hampir 50% jaringan masih memerlukan penanganan serius. Target kami, pada 2030 kondisi jaringan yang baik bisa mendekati 65%,” ujar Pahri saat ditemui pada Rabu (13/8).

Fokus 2025: Asolu dan Tamboli

Pada tahun anggaran 2025, Dinas SDA dan Bina Marga memfokuskan perbaikan di dua daerah irigasi utama: Asolu (Kabupaten Konawe) dan Tamboli (Kabupaten Kolaka).

Di Asolu, perbaikan difokuskan pada pembangunan jalan inspeksi sepanjang lebih dari 1 kilometer yang sebelumnya tidak memadai atau bahkan belum tersedia.

“Jalan inspeksi ini penting untuk pemantauan jaringan serta akses petani ke sawah dan pengangkutan hasil panen,” jelas Pahri.

Sementara itu, di Tamboli, rehabilitasi difokuskan pada perbaikan bangunan siphon di saluran kiri yang rusak akibat banjir. Kerusakan ini sebelumnya menyebabkan terhentinya suplai air ke sekitar 200 hektare sawah.

“Untuk daerah irigasi lainnya tetap dilakukan rehabilitasi dengan skala lebih kecil, serta kegiatan rutin operasi dan pemeliharaan jaringan agar fungsinya tetap optimal,” tambah Pahri.

Dukungan dari Pemerintah Daerah dan Pusat

Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA), Syukriyanto, menambahkan bahwa sebagian program irigasi dibiayai melalui APBD dan sebagian lainnya diusulkan dalam program Instruksi Presiden (Inpres) Irigasi.

“Tahun ini proyek yang sedang berjalan melalui APBD mencakup Asolu, Tamboli, dan Alosika. Sekarang lagi onproses ini dan diharapkan agar selesai tepat waktu. Tentu saja ini atas dukungan pemerintah daerah dalam hal ini komitmen Bapak Gubernur melalui Dinas kami di bawah pimpinan Pak Pahri untuk senantiasa berkomitmen tentang asta cita dan swasembada pangan,” ungkapnya.

Menurut Syukriyanto, meskipun ada keterbatasan anggaran, kegiatan rehabilitasi, pemeliharaan, dan penguatan kelembagaan tetap berjalan simultan. Ia berharap pemeliharaan ringan yang dilakukan bisa mengatasi bottleneck pada saluran irigasi yang mengalami kerusakan kecil.

“Berdasarkan hasil kinerja irigasi, kondisi saluran kita secara umum masih cukup baik. Tinggal kurang dari 20% yang mengalami kerusakan. Artinya, dukungan untuk kegiatan pemeliharaan akan sangat membantu,” tutupnya. (sal)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!