BerandaDaerah

Distanak Sultra Distribusikan Ribuan Ton Benih Padi untuk Musim Tanam 2025

×

Distanak Sultra Distribusikan Ribuan Ton Benih Padi untuk Musim Tanam 2025

Sebarkan artikel ini
Muhammad Taufik. (FOTO: FAYSAL/MS)
Muhammad Taufik. (FOTO: FAYSAL/MS)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menyalurkan bantuan benih padi jenis inbrida dan padi gogo ke sejumlah daerah di Sultra. Penyaluran ini menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung musim tanam tahun 2025.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Distanak Sultra, Muhammad Taufik, menjelaskan rincian bantuan tersebut. Untuk benih padi inbrida yang bersumber dari dana APBN, penyaluran telah dilakukan di Kabupaten Kolaka dan Kolaka Timur dengan luas lahan mencapai 8.550 hektare dan total benih yang disalurkan sebanyak 213.750 kilogram.

Sementara itu, bantuan benih padi Inbrida dari dana APBD disalurkan ke empat kabupaten, yaitu Konawe, Kolaka, Kolaka Timur, dan Bombana dengan total luas lahan 520 hektare dan jumlah benih yang diserahkan mencapai 7,5 ton.

Untuk benih padi Gogo yang dialokasikan melalui dana APBN, penyaluran mencakup 11 kabupaten yakni Konawe, Wakatobi, Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, Kolaka, Kolaka Timur, Buton Utara, Konawe Selatan, Konawe Utara, dan Muna. Luas lahan yang telah menerima bantuan ini mencapai 1.951 hektare dengan total benih sebanyak 54.560 kilogram serta tambahan herbicida sebanyak 1.045 liter.

Muhammad Taufik menambahkan, pada tahap perubahan anggaran mendatang, Distanak Sultra berencana menambah bantuan benih padi dan jagung masing-masing sebanyak satu ton per kabupaten. Penyaluran tambahan ini akan disesuaikan dengan kebutuhan yang diajukan oleh masing-masing daerah dan kesiapan lokasi untuk tanam.

“Penyaluran ini dilakukan berdasarkan usulan dari kabupaten/kota dan kesiapan lahan yang akan ditanami. Bantuan ini juga untuk mengantisipasi kegiatan tanam di luar musim (eksiden) yang membutuhkan benih secara cepat,” jelas Taufik.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Sulawesi Tenggara. (sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!