MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga terus menunjukkan kinerja positif dalam pembangunan infrastruktur jalan. Dari 10 ruas jalan provinsi yang dikerjakan pada tahun 2025, delapan ruas di antaranya telah rampung 100 persen.
Proyek tersebut tersebar di empat wilayah, yakni Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan, Buton Utara, dan Kolaka Timur. Dua ruas lainnya masih dalam tahap penyelesaian, yaitu ruas Poli-Polia hingga batas Konawe Selatan dan ruas Simpang Tiga Bubu–Ronta yang kini mencapai progres sekitar 60–70 persen.
Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul, mengungkapkan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari Program “Jamaah” (Jalan Mulus Antarwilayah), salah satu program unggulan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR), bersama Wakil Gubernur Hugua. Program tersebut menjadi prioritas dalam membuka konektivitas antarwilayah sekaligus mempercepat distribusi barang dan jasa di daerah-daerah yang masih memiliki tingkat kerusakan jalan tinggi.
“Alhamdulillah dari 10 paket pekerjaan, delapan di antaranya telah selesai. Sementara dua paket yang masih berjalan, yakni Poli-Polia sampai batas Konawe Selatan sepanjang 11 kilometer dan Simpang Tiga Bubu-Ronta juga 11 kilometer, progresnya sudah 60–70 persen,” jelas Pahri saat diwawancarai, Senin (27/10/2025).
Ia turut merinci ruas yang telah tuntas dibangun antara lain: Motaha-Alangga sekitar 1 kilometer, Katamso Baruga kurang lebih 3 kilometer, Madesabara sekitar 1 kilometer, Batas Konsel sepanjang 5 kilometer dan Alangga–Tinanggea sekitar 2–3 kilometer.
Pahri menegaskan bahwa sejumlah ruas masih harus dilanjutkan pengerjaannya pada tahap berikutnya karena panjangnya trase jalan yang dikerjakan.
“Kami sedang menyusun data untuk penganggaran lanjutan dan segera mengusulkannya ke TAPD. Target kami, dua ruas yang masih berjalan ini dapat selesai pada Desember 2025. Bahkan akhir November sudah akan terlihat signifikan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga kondisi jalan yang telah dibangun agar umur layanan infrastruktur bisa lebih panjang.
“Yang sudah baik mari kita jaga bersama. Yang belum baik menjadi tugas kami untuk melanjutkan. Karena pada akhirnya semua manfaat pembangunan jalan ini akan kembali kepada masyarakat,” tutupnya. (sal)












