MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang sementara tengah membangun 100 tempat berdagang kuliner bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Eks MTQ Kendari. Pembangunan ini merupakan inisiatif langsung Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, sebagai wujud nyata dukungan terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan.
Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Martin Efendi Patulak, menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) yang sebelumnya dilaksanakan di kawasan tersebut.
“Sehubungan dengan kegiatan STQH kemarin, ada beberapa program yang sudah dicanangkan oleh Bapak Gubernur secara khusus. Di kawasan MTQ, tepatnya di bagian Tugu ke arah Kantor Wali Kota, akan dibangun lapak UMKM untuk 100 pedagang. Sekarang sementara dikerjakan, dan mudah-mudahan di akhir atau pertengahan Desember sudah bisa digunakan,” ujar Efendi.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa selain pembangunan lapak, pemerintah juga akan melakukan perbaikan pagar dan peningkatan keamanan kawasan Eks MTQ. Hal ini dilakukan menyusul adanya laporan kehilangan beberapa bagian pagar akibat ulah pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Kami juga akan menutup kembali pagar-pagar yang rusak dan membuat posko keamanan permanen, menggantikan tenda sementara yang saat ini digunakan. Pengamanan akan tetap melibatkan Satpol PP dan TNI,” jelasnya.
Pembangunan fasilitas UMKM ini menelan anggaran sekitar Rp1,1 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Sultra 2025. Pemerintah berharap keberadaan lapak kuliner ini dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di jantung Kota Kendari, sekaligus memperkuat peran UMKM dalam menggerakkan ekonomi daerah.
Dengan adanya infrastruktur baru ini, kawasan Eks MTQ Kendari diharapkan tidak hanya menjadi ruang publik dan pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ikon baru ekonomi kreatif dan kuliner di Sulawesi Tenggara. (Adv)












