;

Gubernur ASR Perkuat Mitigasi Bencana, Serahkan Bantuan Ambulans hingga Motor Rescue

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), menegaskan komitmennya dalam memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di wilayah Sultra. Komitmen itu ditunjukkan melalui penyerahan sejumlah bantuan kendaraan operasional kebencanaan saat apel siaga dan simulasi penanganan gempa bumi dan tsunami yang digelar Pemprov Sultra, Senin (24/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Kompleks Bumi Praja Andounohu, Kendari, tersebut diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda, PMI Sultra, serta berbagai relawan kebencanaan. Dalam simulasi, para peserta melaksanakan sejumlah skenario penanganan bencana, mulai dari penyelamatan korban di ketinggian, pembangunan tenda darurat, hingga proses evakuasi korban.

Pada momen itu, Gubernur ASR menyerahkan empat unit ambulans kepada BPBD Sultra, dua unit mobil Rescue Tactical Unit (RTU), serta tiga unit motor kepada Dinas Sosial Sultra. Seluruhnya merupakan bantuan pribadi dari Gubernur sebagai bentuk dukungan nyata dalam meningkatkan kapasitas penanganan bencana di daerah.

“Simulasi yang kita laksanakan hari ini adalah sarana untuk menguji, memverifikasi, dan memperbaiki rencana kontinjensi yang telah disusun, termasuk SOP lintas sektor serta sistem komunikasi darurat dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota,” ujarnya.

ASR menjelaskan bahwa apel siaga dan simulasi ini menjadi penutup rangkaian Jambore Tangguh Bencana yang berlangsung sejak 21–24 November 2025. Ia menegaskan latihan kesiapsiagaan perlu dilakukan sebagai upaya memastikan respons cepat tanpa harus menunggu terjadinya bencana yang sesungguhnya.

“Apel siaga ini menjadi momentum memperkuat koordinasi antar-stakeholder dan menanamkan budaya kesiapsiagaan, bukan hanya di BPBD, tetapi juga pada setiap individu, sekolah, perkantoran, dan keluarga di Sulawesi Tenggara,” tuturnya.

Gubernur ASR juga menginstruksikan seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sultra untuk mengalokasikan anggaran pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sub urusan bencana di wilayah masing-masing.

“Kita mungkin tidak bisa memilih tinggal di wilayah bebas bencana, tetapi kita bisa memilih untuk menjadi masyarakat Sultra yang siap, siaga, dan tangguh,” tegasnya. (sal)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;