Pembangunan Lapak Kuliner UMKM di Eks MTQ Kendari Rampung 100 Persen

Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Martin Efendi Patulak, saat meninjau pembangunan lapak UMKM di Kawasan EKS MTQ Kendari. (FOTO: FAYSAL/MS
Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Martin Efendi Patulak, saat meninjau pembangunan lapak UMKM di Kawasan EKS MTQ Kendari. (FOTO: FAYSAL/MS

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang memastikan pembangunan 100 lapak kuliner UMKM di kawasan Eks MTQ Kendari telah rampung 100 persen.

Pembangunan kawasan UMKM tersebut merupakan program prioritas Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi kerakyatan sekaligus menyediakan ruang usaha yang lebih layak, tertata, dan representatif bagi para pelaku UMKM.

Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Martin Efendi Patulak, mengatakan seluruh titik pembangunan lapak telah selesai dikerjakan.

“Pembangunan lapak UMKM telah rampung 100 persen, sebanyak 100 lapak. Saat ini tinggal tahap pembersihan lantai. Untuk pengelolaan nantinya akan diserahkan kepada Perumda, sementara peresmian akan menyesuaikan dengan waktu Bapak Gubernur,” ujar Efendi, Selasa (16/12/2025).

Efendi menjelaskan, pembangunan fasilitas UMKM ini menelan anggaran sekitar Rp1,1 miliar yang bersumber dari APBD Perubahan Sultra Tahun 2025. Selain penyelesaian fisik, pihaknya juga tengah memfinalisasi regulasi pengelolaan kawasan, termasuk pengaturan tata kelola sampah, air, dan listrik agar operasional lapak berjalan tertib dan nyaman.

“Kita rapikan seluruh prosedur sebelum kawasan ini ditempati oleh para pelaku UMKM,” jelasnya.

Dengan hadirnya 100 lapak kuliner baru tersebut, Pemprov Sultra berharap kawasan Eks MTQ Kendari dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di jantung Kota Kendari. Keberadaan kawasan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kontribusi UMKM terhadap perekonomian daerah.

Selain itu, kawasan Eks MTQ juga diharapkan berkembang menjadi ikon baru ekonomi kreatif dan kuliner Sulawesi Tenggara, sekaligus melengkapi fungsinya sebagai ruang publik dan pusat kegiatan keagamaan. (sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!