MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, melontarkan kritik keras terhadap kondisi Pelabuhan Pangkalan Perahu yang juga dikenal sebagai pelabuhan Kapal Wanci dan Kapal Malam di Kendari. Kritik tersebut disampaikan saat ia melakukan peninjauan langsung untuk memantau pergerakan arus mudik menjelang Idul Fitri.
Dalam kunjungannya, Ridwan Bae menilai fasilitas pelabuhan yang berada di pusat Kota Kendari itu jauh dari kata layak. Selain minim fasilitas bagi penumpang, kondisi kebersihan lingkungan pelabuhan juga dinilai sangat memprihatinkan.
Menurutnya, peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas serta proses perjalanan penumpang, agar masyarakat yang mudik dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.
“Yang kita tinjau pertama adalah fasilitasnya, kemudian proses perjalanan penumpang untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Tentu yang kita inginkan adalah bagaimana perjalanan mereka itu nyaman, aman, dan selamat,” ujar Ridwan Bae kepada awak media, Minggu (15/3/2026) malam.
Politisi Partai Golongan Karya itu mengakui kesiapan aparat yang terlibat dalam pengamanan dan pengaturan arus penumpang sudah berjalan dengan baik. Namun, dari sisi fasilitas penunjang bagi penumpang, kondisinya dinilai masih sangat minim.
“Fasilitas yang ada ini masih sangat minim. Penumpang kalau datang, kalau panas ya kena panas, kalau hujan pasti kena hujan, karena terminalnya tidak layak,” ungkapnya saat melihat langsung kondisi ruang tunggu penumpang yang terbuka.
Selain persoalan fasilitas, mantan Bupati Kabupaten Muna itu juga menyoroti kebersihan lingkungan pelabuhan yang dinilai tidak terawat. Ia menyebut kondisi tersebut tidak mencerminkan wajah fasilitas publik di ibu kota provinsi.
“Kita lihat lingkungan terminal ini, maaf kata saya ingin mengatakan sangat kotor. Tidak layak sebenarnya ada di tengah-tengah Kota Kendari yang merupakan ibu kota Sulawesi Tenggara,” tegasnya.
Ridwan Bae juga menilai pengelola pelabuhan, yakni Pelindo, harus lebih aktif memperhatikan fasilitas dasar bagi penumpang. Ia menegaskan bahwa pengelola tidak boleh hanya fokus pada penarikan retribusi tanpa memberikan pelayanan yang memadai kepada masyarakat.
“Jangan hanya mengejar retribusi pas masuk, tetapi harus ada fasilitas yang layak buat para penumpang itu sendiri,” katanya.
Untuk itu, politisi senior asal Sulawesi Tenggara tersebut berencana membawa persoalan ini ke tingkat pusat. Ia mengaku akan berkomunikasi langsung dengan Direktur Utama Pelindo serta mengajak pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk melihat kondisi pelabuhan secara langsung.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar penanganan tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat menghasilkan solusi permanen bagi perbaikan fasilitas pelabuhan.
“Mudah-mudahan saya ada waktu dan bisa bertemu Direktur Utama Pelindo. Saya akan mengajak juga Dirjen Perhubungan Laut untuk datang ke sini agar kita bisa membicarakan secara tuntas sehingga dua terminal ini, baik di Pelabuhan Pangkalan Perahu maupun di Gersamata, bisa tertangani sekaligus,” pungkasnya. (sal)












